LAHAT, fornews.co – Bupati Lahat, Cik Ujang, SH mempertanyakan terkait munculnya keluhan masyarakat dari rencana Balai Yasa akan merenokasi atau memindahkan masyarakat yang berjualan dan berusaha di kawasan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
“Ada keluhan dari masyarakat yang masalah Gang Senggol, katanya Balai Yasa ini akan merenokasi atau memindahkan masyarakat yang berjualan, berusaha di lokasi di situ,” kata Cik Ujang, saat menerima audensi jajaran PT KAI di Ops Room Sekretariat Pemkab Lahat, Senin (1/3/2021).
Menurut Cik Ujang, Pemkab Lahat sengaja mengundang pihak PT KAI dan PT KAI Kertapati, karena saat ini lagi booming-booming-nya membuat stasiun muatan batu bara.
“Ini banyak sekali keluhan-keluhan, permasalahan-permasalahan dari masyarakat untuk pembuatan stasiun-stasiun, termasuk Balai Yasa. Untuk itu Pak Idrus beserta jajaran, karena ini wilayah Kabupaten Lahat, harus ada koordinasi dalam pembutan stasiun atau pelebaran diarea PT KAI,” ujar dia.
Sementara, PT KAI yang diwaliki Pimpinan Balai Yasa, Idrus menyampaikan, bahwa terkait Bala Yasa sendiri bediri pada tahun 1931, sejak jaman kolonial, hingga perpindahan dari Bengkel Purworejo dan.
“Kami ini di bawah pimpinan kantor pusat dengan PT KAI yang di Palembang, terkait fungsi koordinasi saja kami tidak di bawah langsung Lefre. Kalu Lefre dari Cabang sampai Lubuk Linggau,” kata dia.
Idrus melanjutkan, pihaknya hanya sebatas lingkungan Balai Yasa saja dan juga tugas pokok Balai Yasa adalah melakukan perawatan, sarana dan prasarana. “Sarana itu adalah lokomotif, kereta dan gerbong,” tandas dia.
Dalam audensi tersebut, Bupati Lahat didampingi Ketua DPRD Fitrizal Homizi, ST, Pj Sekda Lahat Drs Deswan Irsyad, M.Pdi, Assisten II Sri Muliati, SH dan Jajaran OPD terkait (aha)

















