PALEMBANG, fornews.co – Kompetisi Liga 1 2018 belum juga dimulai. Namun pertikaian antarsesama anggota kelompok suporter Sriwijaya FC (SFC) sudah lebih dulu kick off.
Seolah tak berujung, bentrok demi bentrok antara sesama pendukung Laskar Wong Kito terus berlangsung. Terbaru, dua kelompok suporter diduga melibatkan puluhan anggota kelompok suporter dari S-Man dan Singa Mania bentrok di parkiran Stadion Madya Bumi Sriwijaya Palembang, Kamis (28/12) sore. Padahal saat itu sedang berlangsung laga uji coba SFC versus Pagaralam Selection.
Namun permainan menarik Makan Konate dkk tak dihiraukan para anggota suporter tersebut. Justru sejak awal kedua kubu saling ejek saat menyanyikan yel-yel yang seharusnya menjadi penyemangat pemain idolanya di lapangan.
Entah siapa yang memulai, bentrok fisik berlangsung di luar stadion. Kaca stadion dan keramik lantai yang baru direnovasi hancur di beberapa bagian. Bahkan helm di parkiran motor banyak yang hilang maupun rusak karena digunakan sebagai senjata maupun saling lempar oleh para anggota suporter yang bentrok. Berlangsung sekitar 10 menit, bentrokan akhirnya bubar setelah anggota keamanan parkir stadion menghalau kedua kubu.
Bentrokan antarsesama suporter SFC kemarin sore itu benar-benar memalukan. Bukan hanya merugikan masyarakat umum yang berada di sekitar lokasi, akan tetapi bentrokan seperti itu kalau dibiarkan akan mencoreng kesiapan Palembang sebagai tuan rumah Asian Games 2018.
“Nanti kita akan tertibkan lagi (kelompok suporter). Karena kami kaget juga melihat antusias penonton maupun suporter yang ingin mengetahui perkembangan tim SFC. Nanti kalau skuat sudah lengkap, Insya Allah stadion akan kita tertibkan, kita tempatkan petugas keamanan,” ujar Direktur Pertandingan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Augie Bunyamin, di Stadion Madya Bumi Sriwijaya Palembang, Kamis (28/12) sore.
Menurut Augie, karena kejadian kemarin sore itu, seluruh ketua suporter sudah dihubungi dan minta agar perdamaian antarsuporter ini bisa sampai ke bawah. Augie juga memminta kepada masing-masing pengurus kelompok suporter agar anggotanya ditertibkan.
“Selama ini seluruh ketua dan pengurus tidak ada masalah, tapi entah kenapa sebagian anggota mereka ini tidak menghiraukan ketua maupun pengurusnya. Ini ada apa? Selain itu perlu ditelusuri juga apakah benar mereka ini yang suka bikin rusuh adalah anggota kelompok suporter atau hanya mengaku-aku sebagai suporter,” tutur Augie.
“Kita juga tidak mau mengatakan ketua atau pengurus kelompok suporter tidak becus mengatur anggotanya. Makanya perlu kita dalami apakah yang suka buat onar itu benar-benar anggota suporter atau bukan,” katanya.
Augie pun menyampaikan pesan dari Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono yang menindaklanjuti Sprint dari Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara yang menyatakan, kalau sesama suporter Sriwijaya FC masih saling tawuran, bentrok dan buat onar, maka dipastikan musim depan tidak boleh ada kelompok suporter di saat SFC bertanding khususnya laga kandang.
“Apakah nanti istilahnya dibekukan atau apa saya belum tahu, tapi yang pasti kalau ribut-ribut ini terus berlangsung, saat masuk ke stadion semuanya penonton umum. Tidak boleh pakai atribut apapun. Itu pesan Kapolda dan Kapolresta sebagai penanggungjawab keamanan,” tegas Augie. (ije)
















