JAKARTA, fornews.co-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyampaikan, total pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra sepanjang 2.887 kilometer (km) yang ditarget rampung tahun 2024, baru terealisasi 393 km.
”Pembangunan itu terdiri dari backbone-nya dari Bakauheni, sampai Banda Aceh dengan sayap-sayapnya dari Bengkulu, Palembang, Padang, Pekanbaru, Sibolga, dan Medan,” ujar Basuki, usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7).
Basuki menjelaskan, yang masih dalam konstruksi (under construction) masih sepanjang 1.194km, sedang persiapan 1.291 km. Target tersebut ingin diselesaikan sampai dengan 2024, dan kendalanya hanya pendanaan.
”Kalau untuk seluruhnya 2.878 km dibutuhkan anggaran Rp500 triliun, termasuk yang sudah beroperasi. Ada komitmen dari perbankan Rp72,2 triliun, dukungan pemerintah Rp21,6 triliun, dan PMN kepada PT Hutama Karya yang ditugaskan Rp19,6 triliun. Jadi ada Rp113 triliun yang comitted,” jelasnya, seraya menambahkan sudah termasuk yang beroperasi sepanjang 393 km.
Atas dasar itu, terang Basuki, pihaknya masih membutuhkan anggaran sebesar Rp387 triliun untuk menyelesaikan seluruhnya. Rincian anggarannya, Perbankan Rp42,2 triliun, dukungan pemerintah Rp16,1 triliun, PMN Rp17,1 triliun sehingga kebutuhan total anggaran yang masih dibutuhkan Rp191 triliun.
”Kalau hanya backbone-nya saja dari Bakauheni sampai dengan Banda Aceh sekitar 1.970 km. Note-nya tanpa sirip-sirip, tanpa Bengkulu, tanpa Padang, dan tanpa Sibolga. Tapi itu semua juga nanti akan diselesaikan. Untuk yang backbone-nya saja itu kebutuhan dananya Rp266 triliun,” terang dia.
Dukungan pemerintah itu, sambung Basuki, seperti poros Padang-Pekanbaru yang ada terowongan. Nah, terowongan itu ada loan JICA, karena membutuhkan teknologi.
“Itu dukungan pemerintah ya. Ada lagi yang di antara Bakauheni-Palembang juga ada dukungan pemerintah jembatan dan berapa kilo. Jadi VGF-nya berupa konstruksi,” kata dia.
Terkait financing, Basuki mengatakan, bahwa hal ini masih dibicarakan oleh Menteri BUMN, Menko Kemaritiman dan Investasi, Menko Perekonomian, dan Kementerian Keuangan.
”Ada beberapa option, beliau-beliau akan merumuskan mana yang akan, apakah dengan mengeluarkan bond dengan jangka panjang. Pasti kalau bond dengan jangka panjang itu pasti dengan jaminan pemerintah. Khususnya untuk Jalan Tol Sumatra masalah hanya pada pendanaan,” tandas dia. (aha)
















