SEKAYU, fornews.co – Pengurus Kadin Lahat mendatangi Kabupaten Musi Banyuasin untuk mengetahui lebih jauh mengenai inovasi aspal karet yang dikembangkan di Bumi Serasan Sekate.
“Untuk produksi lateks kita berikan bantuan mesin centrifugal di unit koperasi karet di Kabupaten Muba, dari sana lateks pekat kita serap untuk pabrik aspal karet,” terang Bupati Muba Dodi Reza Alex saat menerima audiensi Pengurus Kadin Kabupaten Lahat, di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Senin (1/2/2021).
Dodi mengapresiasi pengurus Kadin Lahat yang datang langsung ke Muba. Ini menunjukkan kepedulian Kadin terhadap kesejahteraan petani karet dan UMKM di Kabupaten Lahat.
“Beberapa waktu lalu Kadin Muara Enim juga hadir ke Sekayu. Tujuannya sama yaitu belajar mengenai aspal karet. Nah hari ini giliran Kadin Lahat juga. Dengan gerak cepat setelah dilantik Kadin Lahat sudah ada program kerja. Bicara mengenai aspal karet, Pemkab Muba terbuka dan siap menerima siapa saja yang ingin belajar. Mudah-mudahan dapat diterapkan di daerah masing-masing khususnya di Provinsi Sumsel,” kata Ketua Kadin Sumsel ini.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Muba, Ahmad Toyibir menyampaikan, dalam memproduksi lateks tahap awalnya adalah bagaimana mengubah pola perilaku petani yang sebelumnya memproduksi bokar menjadi lateks pekat.
“Sebelumnya petani habis menyadap ditinggalkan. Tapi tidak untuk lateks pekat, petani harus menunggu tidak membiarkan getah itu beku dan kemudian langsung dibawa ke mesin produksi lateks. Petani dibekali zat amoniak sehingga kestabilan kecairannya terjaga,” tutur Toyibir.
Sementara itu, Ketua Kadin Lahat Endriansyah menyatakan kekagumannya atas inovasi Pemkab Muba dalam hilirisasi karet. Dirinya mengapresiasi kekompakan dan keterlibatan berbagai stakeholder di Kabupaten Muba sehingga terwujudnya inovasi hilirisasi karet.
“Luar biasa ilmu yang kami dapat hari ini akan kami bawa ke daerah kami untuk menjadi masukan untuk pemerintah setempat. Petani karet kami akan terus berusaha namun program yang dilakukan belum tersosialisasi ide ke arah situ. Tentunya dalam dunia usaha perlu dilakukan bagaimana meningkatkan kualitas karet,” ucapnya. (ije)

















