oleh : Menik Khotimah
Sembari menunggu pesanan tiba, pengunjung bisa nyambi karaokean atau sekadar bermain biliar. Terpenting, harga menu kuliner yang ditawarkan Resto Rumah Tamu tidak sampai membuat isi kantong jadi bolong.
Ada yang berbeda saat bertamu ke resto yang terletak di kawasan Jalan Sumpah Pemuda ini. Sepintas lalu, rumah yang berada persis di samping Radio Momea ini tak ubahnya seperti hunian pribadi di pusat kota.
Namun, setelah menapakkan kaki masuk ke rumah tersebut, baru berasa bahwa pengunjung ternyata memang benar berada di dalam resto. Tapi tetap saja, pengunjung seolah lagi bertamu ke rumah seseorang. Interior resto ini tidak menghilangkan aura rumah pribadi. Dinding-dinding rumah di pajang beragam replika lukisan, ada sepeda ontel dan yang lainnya.
Setelah meng-eksplore semua tempat duduk, mulai dari ruang tengah lantai pertama, ada ruang khusus di depan kasir, ruang belakang yang terbuka dan ada tempat karokenya. Kemudian naik ke lantai dua yang tak kalah nyantai. Selain bisa ngobrol, pengunjung pun bisa bermain biliar. Atau, kalaupun datang dengan rekan kerja dalam jumlah banyak, bisa memesan ruang khusus yang juga ada fasilitas karaokenya.
“Tempatnya enak, nyaman, santai dan tidak berisik. Menunya juga cocok di lidah, tadi saya pesan pisang keju (pisang salju). Ya saya bisa rekomendasikan tempat ini dan akan bawa tamu-tamu saya makan disini,” ujar Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi, usai mampir ke Rumah Tamu, beberapa waktu lalu.
Beni menuturkan, apapun konsep yang dibuat oleh resto atau tempat makan lainnya, hal yang paling penting itu membuat tamu atau konsumennya merasa nyaman dan aman. “Kalau kita sudah merasa nyaman dan tenang, tentu akan di singgahi lagi nantinya. Tapi ingat, untuk harga tetap harus bersaing, jangan terlalu mahal, biar bisa dijangkau semua lapisan,” tuturnya.
“Kami memang menginginkan pengunjung berasa seperti di rumah sendiri. Artinya, pengunjung tidak hanya sekadar singgah hanya untuk makan, tapi bisa sedikit beristirahat dan bersantai dengan keluarga, teman, atau rekan kerja,” ungkap Manajer Resto Rumah Tamu, Yuliani, kepada fornews.

Menurut mbak Yuli, sapaan akrabnya, konsep Rumah Tamu ini sebenarnya menyesuaikan keinginan pengunjung. Bisa untuk acara formal seperti menggelar seminar, metting, atau untuk acara komunitas, reuni, arisan, ulang tahun, dan acara lainnya.
“Menu khasnya ya nasi liwet. Tapi, masih banyak menu lain yang juga tak kalah enak. Karena kami juga ingin memepertahankan cita rasa dan kenyaman konsumen. Kami berharap kedepannya mampu memberikan kepuasan terhadap kunsumen dan ini visi misi Resto dan Cafe Rumah Tamu,” ujarnya.
Menu lain tersebut, sambung Yuli, ada makanan menu nusantara, chinese dan Jawa, yang bisa menggoyangkan lidah para pengunjung. Soal harga, Yuli menegaskan, kalau semua menu yang ada di Rumah Tamu ini cukup terjangkau. “Bukan hanya untuk kalangan menengah keatas, tapi menengah ke bawah juga bisa menikmati hidangan menu yang disediakan. Fasilitas yang disediakan juga untuk semua pengunjung, yang jelas tidak sampai menguras kantong konsumen,” tegasnya.
















