JOGJA, fornews.co — Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dibuka pada Sabtu, 22 November, di Grha Ibnu Sina SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.
Gelaran dua tahunan ini menjadi ajang kompetisi terbesar di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah, dengan total 1.681 peserta dari sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-DIY.
Ketua PWM DIY, Dr Muhammad Ikhwan Ahada S.Ag, yang memimpin pembukaan, menegaskan bahwa OlympicAD merupakan wujud pelaksanaan gagasan pendidikan Kiai Haji Ahmad Dahlan yang menekankan pentingnya perpaduan antara ilmu dan amal.
Ia menyebut konsep “beramal ilmiah dan berilmu amaliah” sebagai ruh dari pendidikan Muhammadiyah yang relevan hingga saat ini.
Ikhwan juga menyoroti fenomena global terkait degradasi kemampuan nalar generasi muda akibat konsumsi digital berlebihan, sebagaimana hasil penelitian Oxford University.
Menurutnya, pendidikan holistik ala Muhammadiyah justru telah lebih dahulu menanamkan resiliensi, kesadaran spiritual, dan penguatan karakter sejak berdirinya Muhammadiyah pada 1912.
“Anak-anak harus dibentuk menjadi pribadi yang lentur saat menghadapi kegagalan, sekaligus dekat dengan nilai-nilai keilahian. Inilah fondasi penting untuk menyongsong masa depan,” katanya.
Ia juga berpesan agar generasi muda berhati-hati dalam mengelola keuangan dan tidak terjebak perilaku koruptif.
Tradisi Kompetisi Sejak 1925
Ketua Panitia OlympicAD VIII DIY, Dr. Dra. Sarjilah, M.Pd, menjelaskan bahwa kompetisi dalam dunia pendidikan Muhammadiyah telah dimulai sejak Congres Moerid tahun 1925 sebagai sarana silaturahmi dan penguatan budaya kompetitif.
OlympicAD berkembang menjadi kompetisi terbesar di Persyarikatan, meliputi bidang akademik, seni, olahraga, teknologi, hingga keislaman.
“OlympicAD bukan hanya ruang lomba, tetapi juga pemetaan potensi dan pembibitan talenta terbaik yang nanti akan mewakili DIY di tingkat nasional di Makassar tahun 2026,” ujarnya.
Ajang Silaturahmi dan Pemacu Prestasi
Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PWM DIY, Achmad Muhamad M.Ag, menegaskan bahwa OlympicAD adalah wadah memperkuat persaudaraan di kalangan pelajar Muhammadiyah.
“Kita bertanding, namun jangan lupakan bahwa ini adalah ajang silaturahmi,” ujarnya.
Ia mendorong peserta untuk berprestasi tidak hanya di tingkat DIY, tetapi juga bersiap mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Apresiasi juga datang dari Kepala Bidang Pembinaan SMA Dikpora DIY, Tukiman, yang menilai prestasi pelajar Muhammadiyah sangat membanggakan. Ia optimis ekosistem pendidikan Muhammadiyah akan terus melahirkan capaian gemilang.
27 Cabang Lomba, 5 Lokasi Pelaksanaan
Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 27 cabang lomba dipertandingkan, mencakup bidang akademik, seni, keislaman, penelitian, hingga teknologi.
Pelaksanaan tersebar di lima lokasi, yakni SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, dan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.
Ikhwan menambahkan bahwa OlympicAD menjadi ruang bagi peserta mengekspresikan kemampuan intelektual, spiritual, dan praktik sains. Ia berharap gelaran ini melahirkan “kader-kader Dahlan muda” yang kompetitif dan berkemajuan.
“Selamat berlomba. Tidak semuanya harus juara, dan tidak mungkin semuanya kalah. Yang menang ambil hikmahnya, yang belum menang bangkit lagi tahun depan,” pungkasnya.

















