SEKAYU, fornews.co – Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba), Beni Hernedi mengungkapkan, pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang kini tengah melanda sedikit banyak cukup berdampak terhadap sektor pertanian di Bumi Serasan Sekate itu. Hal ini menurutnya mengakibatkan harga karet di Kabupaten Muba itu kembali menurun.
Padahal, diakui Beni harga karet di sana (Kabupaten Muba) sempat mendapat harapan baik, salah satunya dengan inovasi aspal karet yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba.
“Terkait aspal karet kita sudah siap produksinya, dan menganggarkan ditahun ini lebih dari Rp100 miliar agar karet masyarakat diserap dan meningkatkan harganya minimal Rp 10.000-12.000 perkilogram. Nasib buruknya kita mendapat musibah COVID-19 ini, jadi untuk pembangunan jalan kita stop dulu dan anggaran direcofusing untuk penanganan COVID-19,” kata Beni saat menghadiri penyerahan bantuan bibit karet unggul di Kecamatan Babat Toman, Sabtu (25/07) kemarin.
Menurutnya, inovasi aspal karet ini merupkan satu diantara upaya yang dilakukan oleh Pemkab Muba. Karena selain inovasi ini, pihaknya juga telah membentuk UPPB agar harga karet di sana dapat membuat petani karet tersenyum.
Karena, jelas Beni, mayoritas masyarakat di Kabupaten Muba menggantungkan hidup di sektor pertanian terutama karet dan sawit, namun beberapa tahun belakangan harga jual karet sangat kurang baik.
Baca juga : Inovasi Aspal Karet Muba Mejeng di Pameran Teknologi Terapan HUT PDIP
Dirinya berharap bantuan 15.000 bibit karet unggul ini dapat bermanfaat dan meningkatkan produksi komoditi karet di kalangan petani di Kabupaten Muba. “Saya mengucapkan terima kasih, dimana bantuan tersebut tidak hanya bibit karet saja melainkan juga ada pupuk, dana bantuan persiapan sebesar Rp150 juta, serta alat penyadap karet lainnya,” ucapnya.
Dia berpesan kepada para petani karet yang menerima bantuan supaya dapat digunakan dengan sebenar-benarnya. “Tentu karena yang dibantu ini adalah memang yang dibutuhkan, saya yakin ini akan digunakan sebaik-baiknya,” kata Beni.
Sementara itu, Anggota DPR RI Riezky Aprilia SH MH yang menyerahkan bantuan kepada petani ini berpesan kepada petani karet agar tidak menyerah dengan kondisi harga karet yang saat ini masih rendah. “Untuk itu sektor hilirisasi karet yang perlu kita fikirkan, mari kerjasama bantuan yang diberikan tadi untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kaya Riezky.
Sementara Sekretaris Ditjen Perkebunan, Dr Antar Jodikin mengatakan, perkebunan karet memang sangat penting mengingat masyarakat Indonesia banyak yang bertani karet terutama di Provinsi Sumatera Selatan, untuk itu dalam membantu masyarakat yang saat ini tengah menjerit karena rendahnya harga jual karet akan dilakukan kegiatan padat karya dalam bentuk bantuan sektor pertanian karet.
“Terkait kedepan untuk UPPB akan kita tambah lagi bantuan, bukan hanya bangunan saja ada juga alat olahan. Kita berdoa mudah-mudahan COVID-19 ini segera berakhir,” pungkasnya. (rif)
















