PALEMBANG, fornews.co – Tertinggal dua kali dari Persija Jakarta dan mampu menyamakan kedudukan menunjukkan mental dan motivasi bertanding pemain Sriwijaya FC begitu besar.
Permainan maksimal dan pantang menyerah itu membuat Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan bangga. Sebab meski diterpa berbagai isu belakangan ini, para pemain tetap fokus pada tugas dan tanggung jawab mereka di lapangan.
“Terima kasih kepada seluruh pemain yang hari ini telah memberikan permainan yang membaik dari babak pertama ke babak kedua. Saya bangga karena mereka terus dengan sekuat tenaga berusaha untuk bisa memenangkan pertandingan hari ini. Tapi pada akhirnya kita harus bersyukur masih dikasih rezeki 1 poin,” ujar RD pada post match conference di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Selasa (10/07) malam.
Diakui RD, bukan hal yang mudah ketika tim tertinggal bahkan sampai dua kali. Namun sisi positifnya, mental pemain Sriwijaya masih tetap bisa diandalkan. Hal itu terlihat dari semangat pemain yang terus bertarung dan berjuang sampai pertandingan berakhir.
Secara tactical, kata RD, Sriwijaya terlambat mengambil inisiatif permainan di babak pertama karena ada sedikit keragu-raguan disebabkan Persija yang sedikit mengubah taktik bermainnya. Tadinya, RD telah mengantisipasi Persija akan memainkan Osas Saha di sisi kiri, tapi ternyata Persija menurunkan dua striker langsung. Sehingga memang ada sedikit kendala di sektor depan center back Sriwijaya.
“Babak kedua saya instruksikan Zulfiandi isi posisi itu, sehingga kita bisa atasi dan pressing gelandang mereka. Karena lebih orang bukan berarti mudah melakukan pressing malah terkadang saling mengandalkan. Ini yang terjadi di babak pertama. Tapi babak kedua semua berjalan efektif dan kita mulai mampu mengembalikan ritme permainan dan mengendalikan permainan. Saya rasa ini hasil maksimal yang diberikan pemain,” papar RD.
Sebagai evaluasi awal pertandingan tadi, RD menginginkan pemain lepas dalam bermain. Di babak pertama tadi RD melihat Hamka Hamzah dkk bermain kurang lepas. Namun hal itu tidak terlepas dari adanya pergantian tactical yang sudah kita setting sebelumnya.
“Persija itu gak pernah main dua striker, kecuali kemarin di menit akhir ketika mereka ketinggalan 0-1 dari PSM. Tapi lawan kita ada sesuatu yang baru sehingga butuh adaptasi dengan tactical itu. Sebenarnya gak ada masalah tapi perlu diketahui anak-anak. Di pertandingan berikut, harus kita perbaiki semuanya. Untuk pemain ya sebisa mungkin lebih enjoy the game-lah,” pungkas pensiunan perwira menengah TNI AL ini.
Sementara itu, Kapten Sriwijaya FC Hamka Hamzah menilai laga malam ini sangat seru. Meski gagal mempersembahkan poin penuh untuk para pecinta dan pendukung Laskar Wong Kito, namun Hamka merasa bangga dengan perjuangan rekan-rekannya di lapangan. Hamka mencontohkann Esteban Vizcarra yang terus bermain 90 menit walau sempat mengalami kram.
“Jadi saya bangga pada teman-teman saya yang ada di lapangan. Inilah Sriwijaya sebenarnya,” tegas pemilik nomor punggung 23 ini. (ije)

















