YOGYAKARTA, fornews.co‒Sejumlah relawan berseragam oranye lengkap dengan peralatan diterjunkan membersihkan pohon-pohon tumbang akibat terjangan angin kencang di Turi, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/2/2019) pagi.
Hujan lebat yang disertai angin kencang pada Jum’at (22/2/2019) sore juga merobohkan dinding Gedung Balai Desa Donokerto dan sebuah menara antena mengakibatkan puluhan genteng berikut eternit pecah.
Gedung serbaguna sepanjang 34 meter, lebar 4 meter, setinggi 8 meter, dan berkapasitas 3000 orang pernah difungsikan sebagai barak pengungsian erupsi Gunung Merapi pada 2010 silam.


“Besok material mulai dibuang,” kata Andung Sadewo, Relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Sabtu.
Untuk perbaikan, jelasnya, pihaknya masih menunggu instruksi dari Pemerintah Kabupaten Sleman.
Thole (33 tahun) dan keempat relawan URC Umbulharjo, Kota Yogyakarta, mengaku bergerak ke lokasi terdampak angin kencang sejak jam sembilan pagi. Mereka di tempatkan di taman bunga Alamanda.
“Kami ada lima orang,” ucapnya.
Tim relawan URC Umbulhajo tidak sendiri, ada juga tim lain delapan personil dari Relawan Sigredhas yang diterjunkan di lokasi bencana.
“Sejak pagi tadi melakukan pembersihan,” kata Relawan Sigredhas Sukardi sambil menenteng gergaji mesin.

Meski tidak ada korban jiwa, dari pantauan fornews.co, dampak hujan disertai angin kencang yang melanda beberapa wilayah di Sleman: Turi, Tempel, Prambanan, dan Kalasan, tercatat, terdapat 21 titik terjadi pohon tumbang, atap terbang 4 titik, dinding roboh 1 titik, jaringan listrik 1 titik, akses jalan 4 titik, tempat usaha 2 titik, kendaraan 3 unit, dan tower toboh 1 unit. (Adam)

















