EMPAT LAWANG, fornews.co – Suasana dan kondisi di Sekolah Rakyat, Kabupaten Empat Lawang, mendadak panas, setelah terjadi keributan antara siswa dan pekerja pembangunan sekolah tersebut, Sabtu (31/10/2026).
Informasi yang diterima, keributan itu berawal dari hilangnya sejumlah uang milik pekerja pembangunan, yang diduga dicuri oleh oknum siswa Sekolah Rakyat.
Pekerja yang merasa tidak menerima atas kehilangan uang itu, lantas menuju ke mess siswa untuk mempertanyakan soal itu.
Namun, bukannya mendapat jawaban, justru antara pekerja dan sejumlah siswa terjadi perdebatan. Cek cok antara pekerja dan siswa hingga berujung pada saling memukul itu terjadi Sabtu (31/10/2026).
Melihat adanya peristiwa itu, pihak Sekolah Rakyat dengan pihak petugas keamanan proyek Waskita langsung melerai dan mendamaikan antarpihak. Awalnya, dari perdamaian itu suasana ketegangan tampak selesai.
Namun, saat hari menjelang sore, peristiwa tersebut kembali terjadi di sekitar lingkungan sekolah itu. Bahkan lebih besar, jumlah oknum siswa dan pekerja yang berkelahi lebih banyak.
Melihat kondisi tak terkendali, maka pekerja yang menghadapi siswa tersebut kabur ke arah hunian. Meski begitu, tercatat tiga siswa dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Empat Lawang, karena mengalami luka-luka dan butuh penanganan medis.
“Tadi memang ada perkelahian, ramai, sepertinya pelajar yang ada disini (sekolah rakyat) dengan pihak pekerja,” ujar warga yang menyaksikan kejadian itu.
Warga itu menyebut, ada pekerja yang mengalami luka cukup parah, lantaran kepalanya banyak mengeluarkan darah.
Namun, hingga berita ini diturunkan ,belum ada keterangan resmi dari pihak Sekolah Rakyat Kabupaten Empat Lawang dan dari pihak pekerja proyek atas kejadian keributan tersebut. (kaf)

















