PALEMBANG, fornews.co – Pelatih Sepak Takraw Indonesia, Asry Syam mengaku belum puas dengan capaian medali perak di Asian Games 2018 yang disumbang oleh regu putra. Di nomor ini, Indonesia harus menyerah 1-2 dari Malaysia pada final di GOR Ranau Jakabaring, Palembang, Selasa (28/8).
Meski merasa belum puas, Asry Syam tetap mensyukurinya. Paling tidak anak asuhnya telah berhasil menembus babak final. Sepak takraw sendiri, kata Asry Syam, ditargetkan pemerintah dapat menyumbang satu medali emas pada ajang olahraga terakbar di Asia ini.
“Ini hanya soal rezeki saja. Kalau kita berbicara dari sisi-sisi lain, bagaimana Allah memposisikan sesuatu itu. Tapi berbicara soal puas, sebagai manusia biasa saya tidak merasa puas, tetapi saya tetap bersyukur kita dapat hasil perak ini, walaupun memang ada target dari pemerintah satu emas. Dengan hasil perak ini, paling tidak kita sudah melebihi limit dari Asian Games kemarin,” katanya.
Berkaca dari kekalahan itu, dari pengamatan Asry Syam secara menyeluruh bahwa, pertama anak asuhnya tetap memberikan perlawanan walaupun akhirnya harus takluk dari Malaysia. Menurutnya, itu adalah sebuah peningkatan siginifikan terhadap perkembangan sepak takraw di Indonesia.
“Kemudian ke-dua, kekalahan kita lebih cenderung faktor kematangan atlet. Saya gambarkan begini, bagaimana atlet itu bisa mengangkat beban 200 ton dari 0 meter sampai 100 meter tetapi dengan konsumsi energi yang sama, sampai masuk garis finish. Tetapi atlet kita hanya berhenti pada 70 meter, 30 meter memang berusaha semaksimal mungkin, sisa-sisa tenaga untuk sampai ke garis finish,” ungkapnya.
“Untuk ke depan, saya pikir untuk kematangan dalam sepak takraw, terutama timnas kita memang perlu dibenahi, harus lebih banyak jam bertanding dan sebagainya. Akan percuma kalau misalnya latihan-latihan terus kemudian tidak ada event pertandingan,” imbuhnya.
Sejauh ini, tim sepak takraw belum mampu memenuhi target satu medali emas yang ditetapkan pemerintah. Medali perak ini merupakan perolehan medali ke-3 cabor sepak takraw, setelah sebelumnya mengoleksi dua perunggu dari nomor tim putra dan ganda putra.
“Saya ingin, ingin banget bagaimana kalau emas itu dapat dipersembahkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, namun Allah berkehendak lain. Tapi kita masih ada harapan di nomor quadrant putra dan putri, karena memang kualitas kita memungkinkan,” tuturnya.
Sementara itu, dari hasil dua pertandingan di nomor quadrant, Selasa (28/8), Indonesia meraih hasil positif di laga pertama penyisihan Grup A. Tim putri menang 2-1 atas Korea Selatan, sedangkan putra sukses menaklukkan Jepang dengan skor 2-0.
Salah satu atlet quadrant putri, Lena mengaku sangat bersyukur bisa menang di babak awal penyisihan, karena tidak mudah untuk meredam permainan dari Korsel.
“Alhamdulillah bersyukur banget. Tapi semoga ini jadi pelajaran, karena di set ke-dua kami sempat lengah, mungkin karena terburu-terburu pingin cepat selesai,” kata Lena kepada fornews.co, melalui pesan singkat. (bas)

















