
BATURAJA-Pedagang ikan hias di Bumi Sebimbing Sekundang, tidak lagi merasakan besarnya pundi-pundi rupih dari jenis binatang yang hidup di air tersebut. Bahkan, dari beberapa pedagang hias pilih tutup dan beralih ke usaha lain.
“Hasil penualan ikan hias, cukup untuk beli beras saja sudah alhamdulillah. Sekarang sepi pembeli. Tidak seperti dulu, sehari kita bisa mendapat ratusan ribu rupiah dari hasil penjualan ikan hias,” ujar Santo (50) warga Baturaja, OKU, yang keseharian berjualan ikan hias di sekitar Jalan A Yani saat dijumpai Kamis (13/10).
Menurut dia, animo masyarakat memelihara ikan hias tidak sesemarak lima tahun-10 tahun lalu. Bahkan saat itu harga ikan bisa mencapai jutaan rupiah, seperti jenis ikan louhan yang memiliki corak dan motif bagus. “Sekarang pembeli rata-rata untuk memakan jentik-jentik nyamuk di bak mandi,” ucapnya.
Bapak tiga anak ini menyebutkan, ikan hias jenis koi, cupang dan maskoki didapat dari daerah di Provinsi Lampung. Perekornya dijual mulai hara Rp6.000-Rp15.000 sesuai ukuran dan jenis ikan. “Memang saya tidak menjual ikan yang harganya ratusan ribu, sebab masyarakat juga cenderung beli yang biasa dan harganya relatif murah,” imbuhnya, sembari mengatakan, sehari paling banyak lima sampai 10 pembeli.
Mardiyanto, salah seorang penghobi ikan hias di Baturaja mengaku, ikan hias jenis tertentu selain memiliki keindahan juga ada nilai mistis. Hal itu sekarang tidak terlalu digaungkan, padahal memiliki nilai untuk memikat pembeli. “Seperti kita ingat dulu ikan jenis louhan, dipercaya dapat membawa hoki sehingga bagi penghobi ikan hias harga tinggi pun dibeli. Sekarang tetap masih ada, tapi sudah tidak sesemarak dulu lagi,” tandasnya. (ibr)
















