PALEMBANG, fornews.co – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengkonfirmasi adanya penurunan jumlah spesimen yang diperiksa akhir pekan kemarin. Hal itu dikarenakan tidak semua laboratorium beroperasi.
“Kami sudah mengupayakan seluruh laboratorium tidak berhenti beroperasi meskipun di hari libur. Namun ternyata beberapa laboratorium yang ada di rumah sakit dan laboratorium yang berada di beberapa perguruan tinggi masih menerapkan hari libur. Sehingga pemeriksaan turun hanya memeriksa 8.776 spesimen,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dr Achmad Yurianto pada konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Senin (15/06).
Menurut Yuri, dari pemeriksaan ini didapatkan hasil kasus positif 1.017 sehingga total menjadi 39.294.
“Dilihat dari sebarannya masih tetap sama, bahwa ada lima provinsi yang angka penambahan kasus baru cukup tinggi di antaranya 270 kasus positif baru di Jawa Timur, lalu di DKI Jakarta 142, Jawa Tengah 116, Sulawesi Selatan 101, dan Kalimantan Selatan 66 kasus baru,” terang Yuri.
Yuri menambahkan, hari ini ada 19 provinsi melaporkan kasus positif baru di bawah 10. Dari jumlah itu 11 provinsi tidak ada laporan kasus positif baru yaitu Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatra Barat, Sulawesi Barat, Lampung, dan Papua.
Sementara itu, penambahan kasus sembuh hari ini 592 sehingga akumulasi menjadi 15.123. Data ini memberikan optimisme bahwa COVID-19 bisa disembuhkan.
“Kita sudah melihat pergerakan kasus sembuh ini demikian cepat, demikian masif, dan ini gambaran bahwa treatment atau perawatan kepada penderita COVID-19 ini berjalan dengan baik,” ucap Dirjen P2P Kemenkes RI ini.
Lebih lanjut Yuri menyampaikan, kasus meninggal bertambah 64 orang sehingga total 2.198. Sedangkan kasus ODP masih ada 36.744 orang yang dipantau dan kasus PDP ada 13.649 orang yang masih diawasi. Data ini dihimpun dari 431 kabupaten/kota terdampak di 34 provinsi di Indonesia.
“Dari data hari ini dimaknai proses penularan masih terjadi. Masih ada sumber penularan di tengah masyarakat yang belum melaksanakan tindakan isolasi dengan baik. Selain itu masih banyak kelompok rentan yang tidak menyadari bahwa mereka akan sangat mudah terinfeksi yaitu mereka yang tidak patuh menjaga jarak, tidak menggunakan masker, dan tidak rajin mencuci tangan,” tukasnya. (ije)
Data Kasus Positif COVID-19 di Indonesia 15 Juni 2020
- Aceh 27 kasus (+ 0)
- Bali 760 kasus (+ 19)
- Banten 1.243 kasus (+ 3)
- Bangka Belitung 144 kasus (+ 0)
- Bengkulu 101 kasus (+ 0)
- DI Yogyakarta 272 kasus (+ 3)
- DKI Jakarta 9.120 kasus (+ 142)
- Gorontalo 208 kasus (+ 23)
- Jambi 108 kasus (+ 0)
- Jawa Barat 2.623 kasus (+ 19)
- Jawa Tengah 2.175 kasus (+ 116)
- Jawa Timur 8.063 kasus (+ 270)
- Kalimantan Barat 268 kasus (+ 0)
- Kalimantan Timur 382 kasus (+ 4)
- Kalimantan Tengah 631 kasus (+ 45)
- Kalimantan Selatan 1.953 kasus (+ 66)
- Kalimantan Utara 170 kasus (+ 0)
- Kepulauan Riau 254 kasus (+ 15)
- Nusa Tenggara Barat 937 kasus (+ 22)
- Nusa Tenggara Timur 108 kasus (+ 0)
- Sumatra Selatan 1.448 kasus (+ 52)
- Sumatra Barat 681 kasus (+ 0)
- Sumatra Utara 932 kasus (+ 60)
- Sulawesi Selatan 2.941 kasus (+ 101)
- Sulawesi Utara 676 kasus (+ 18)
- Sulawesi Tenggara 286 kasus (+ 3)
- Sulawesi Tengah 171 kasus (+ 1)
- Sulawesi Barat 98 kasus (+ 0)
- Lampung 166 kasus (+ 0)
- Riau 126 kasus (+ 1)
- Maluku Utara 312 kasus (+ 2)
- Maluku 452 kasus (+ 31)
- Papua Barat 209 kasus (+ 1)
- Papua 1.249 kasus (+ 0)
















