YOGYAKARTA, fornews.co--Pasar Kranggan ditutup Disperindag Kota Yogyakarta menyusul didapati penjual keliling ikan yang positip virus corona.
Penutupan tersebut dilakukan untuk sterilisasi maksimum dengan disinfektan antisipasi terhadap paparan virus corona (Covid-19).
Penyemprotan itu dilakukan setelah pihaknya menemukan orang dinyatakan positip Covid-19.
“Penyemprotan disinfektan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari area dalam pasar hingga luar pasar,” kata Kepala Disperindag Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono, kepada wartawan.
Sebelumnya, tanggal 4 Juni 2020, juga didapati seorang penjual sekaligus pemasok ikan di Pasar Kranggan dari Kabupaten Gunungkidul yang dinyatakan positip Covid-19.
Puluhan penjual ikan di Pasar Kranggan harus ikut Rapid Test dan ditracing.
“Ada pemasok ikan dari Sleman yang positif Covid-19,” ungkapnya, “istrinya juga berjualan ikan di Pasar Kranggan.”
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta, mengatakan penutupan Pasar Kranggan dilakukan untuk penataan pasar dengan protokol baru.
Heroe berharap dari penataan pasar itu pembeli dapat mematuhi protokol baru.
“Kemarin sudah dilakukan tracing, ada tiga reaktif. Satu merupakan warga Sleman kabarnya positif,” ungkapnya.
Sedangkan dua lainnya, imbuh Heroe, dinyatakan negatif. Keduannya merupakan warga Kota Yogyakarta.
Pihaknya pun memperketat Pasar Kranggan dengan melakukan tracing terhadap penjual. Dimungkinan bahkan pemgunjung pasar.
Selain penyemprotan, Disperindag Kota Yogyakarta juga akan melakukan pengaturan jarak antarpenjual dan pembeli.
Tujuannya untuk mencegah paparan COVID-19 di area pasar agar pengunjung pasar merasa nyaman.
Dengan adanya hal baru ini, demi kenyamanan bersama, masyarakat diharapkan dapat menerapkan protokol pencegahan COVID-19.
Pihak pengelola pasar juga telah menyiiapkan air dan sabun cuci tangan di tiap pintu masuk pasar.
Pasar Kranggan ditutup selama tiga hari, mulai Ahad, 14 Juni 2020, hingga Selasa 16 Juni 2020.
Sebelumnya, Tim Gugus Covid-19 Yogyakarta telah melakukan Rapid test pada tanggal 4 Juni 2020 di pasar yang sama. (adam)

















