PENDOPO, fornews.co – Pemerintah Kabupateh (Pemkab) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tampak serius mengembangkan Candi Bumiayu, sebagai kawasan distinasi wisata seperti Candi Prambanan dan Borobudur, yang ada di Pulau Jawa.
Pemkab melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PALI, mengundang Tim Kajian Delineasi terdiri dari Arkeolog, Budayawan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jambi, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, Dosen Arkeolog Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, Pusat Penelitian Arkeolog, Persatuan Kakitangan Akademik Universitas Malaya (PKAUM) serta Paslitar Kenas.
Tim Kajian Delineasi dipinta untuk melakukan kajian terhadap warisan budaya Hindu di di pesisir Sungai Lematang, tepatnya di Desa Bumiayu, Kecamatan Tanah Abang, tersebut. Setelah itu, bisa membuat grand desain langkah apa yang akan dilakukan Disbudpar dalam mengembangkan kawasan percandian satu-satunya di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Kepala Disbudpar PALI, Suprihyatno mengatakan, hasil kajian yang dilakukan oleh Tim Kajian Delineasi tersebut sebagai prasyarat untuk dilaporkan ke Kementerian terkait agar kawasan Candi Bumiayu bisa segera dikembangkan menjadi destinasi wisata seperti halnya Candi Prambanan dan Candi Borobudur.
“Ini pondasi awal dalam membangun Candi Bumiayu. Ini merupakan team work yang didatangkan dari berbagai displin ilmu untuk mengupas rahasia yang tersimpan rapi dalam kawasan Candi Bumiayu,” terangnya akhir pekan tadi.
Sementara, Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM berharap, dukungan dari masyarakat sekitar Candi Bumiayu, dalam mengembangkan satu-satunya candi yang ada di Sumsel itu.
“Kalau ada warga yang menemukan benda-benda kuno, seperti piring kuno, pecahan artefak harap dikembalikan. Karena, nantinya kita akan membuat museum yang isinya mengenai seluruh warisan budaya yang ada di candi Bumi Ayu,” ucapnya.
Heri menginginkan, kawasan percandian Bumiayu, bisa menjadi destinasi wisata serta menjadi pusat pembelajaran. Jadi ketika di sana banyak pengunjung, yang mendapat untung juga yakni masyarakat sekitar. Untuk itu harus dijaga bersama,” pungkasnya. (son)

















