
PENDOPO, fornews.co-Guna menjaga bumi dari kerusakan akibat aktivitas manusia tanpa memperdulikan kondisi lingkungan, seperti membuang sampah sembarang, menebang pohon secara ilegal dan lain sebagainya.
Sejumlah pemuda dan pelajar penggiat lingkungan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Jumat (24/02) mengkampanyekan agar masyarakat semakin peduli terhadap lungkungannya. Selain sosialisasi, mereka juga melakukan aksi membersihkan lingkungan dengan memungut sampah akibat ulah masyarakat yang kurang memahami pentingnya melestarian lingkungan, serta menanam pohon penghijauan di beberapa desa di Kecamatan Tanah Abang, PALI.
“Sengaja dalam kegiatan ini, kami libatkan pelajar dan pemuda, agar pikiran mereka terbuka tentang pentingnya mejaga dan melestarikan bumi. Kebersamaan dan sikap gotong royong akan tertanam di jiwa mereka, jika tentunya dilakukannya dengan ihklas,” ujar pelopor kebersihan dan pemerhati lingkungan di PALI, Hanar Dono.
Dia menyampaikan, kegiatan ini bukan hanya untuk memperingati Hari Bumi (Earth Day) atau momentum lain. Melainkan, target yang akan dicapai agar masyarakat benar-benar sadar arti pentingnya lingkungan. Seperti fungsi pohon, selain menyangga tanah dari ancaman longsor dan banjir. Juga mampu menyerap racun dan zat CO2. “Dalam kegiatan ini, kami menanam pohon seperti Babang Lanang, Mahoni, Ketapang Kencana dan Kaliandra,” sebutnya.
Lanjut Hanar Dono, khususnya Desa Tanah Abang Jaya, dinobatkan pemerintah sebagai kampung iklim tersebut. “Menjadi keinginan dan tekad kami, agar desa iklim juga dinobatkan pada desa lainnya khususnya di PALI. Memang, di sini (Desa Tanah Abang Jaya) sudah berangsur sadar dan terbuka pikirannya untuk melestarikan lingkungan dan menjaga kebersihan setelah dinobatkan sebagai kampung iklim,” jelasnya.
Sementara, Tarisa (16) salah seorang pelajar SMA N 1 Tanah Abang, yang tergabung dalam organisasi Siswa Pencinta Alam (Sispala), mengaku selalu mengikuti setiap kegiatan dan pembelajaran terkait lingkungan dan alam. Dia mengaku, banyak belajar tentang kepedulian terhadap lingkungan, membuka kesadaran akan pentingan melestarikan lingkungan.
“Selain kita lakukan kegiatan bersih-bersih, kita juga melakukan penanaman pohon disekitar perairan, tujuannya untuk menyimpan air menyerap kadar racun di udara. Kami merasa senang dan berharap akan ada banyak pemuda yang berfikiran positif untuk melakukan hal baik demi kembersamaan,” tuturnya.
Begitu juga, Angga Madri (23), yang tergabung di Karang Taruna Desa Tanah Abang, merasa bangga dengan adanya kegiatan seperti ini. “Kita selalu rutin melakukan kegiatan kebersihan ini, bangganya kita itu terutama dengan diri sendiri. Karena, dari hal kecil seperti ini, memungut sampah dan menanam pohon, mampu memberikan dampak yang besar bagi seluruh masyarakat disini,” tandasnya. (son)

















