PALEMBANG, Fornews.co – Berawal dari kegelisahan atas kondisi daerahnya, M Apriyaldo, pemuda asal Muara Enim menulis surat terbuka kepada Pelaksana Harian (Plh) Bupati Muara Enim Nasrun Umar yang diunggahnya di akun media sosial Instagram miliknya, pada 19 Februari 2021.
Dalam suratnya, ia katakan bahwa dengan dilantik sebagai Plh Bupati Muara Enim, maka segala permasalahan dan besar harapan masyarakat setempat kini ada di tangan Sekretaris Daerah Sumatera Selatan tersebut. Mulai dari ketidakmerataan pembangunan, infrastruktur jalan dan jembatan, akses internet, hingga dampak buruk dari pertambangan batubara ilegal.
Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu berharap Plh Bupati Muara Enim, Nasrun Umar, hadir untuk membuat masyarakat sejahtera, bukan karena nafsu kekuasaan dan untuk kepentingan oligarki semata. Selain itu, ia meminta Nasrun membantu desa yang belum mendapatkan akses internet, serta menindak tegas oknum yang melakukan pertambangan ilegal.
“Saya memandang, semakin ke sini pemerintah daerah sangat kurang mengayomi masyarakat. Apalagi setelah ditetapkannya Bupati sebagai tersangka oleh KPK baru-baru ini untuk perkara yang sama dengan Bupati sebelumya, artinya ada yang tidak beres di pemerintahan daerah ini,” jelas Aldo saat dikonfirmasi Fornews.co, Jumat.

Diketahui, diberikannya mandat Plh Bupati Muara Enim kepada Nasrun Umar setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menetapkan Bupati Muaraenim Juarsah ditetapkan sebagai tersangka dalam pengembangan perkara dugaan suap terkait proyek-proyek PUPR Muara Enim Tahun 2019. Sebelumnya Juarsah adalah wakil bupati dari Ahmad Yani yang lebih dulu ditangkap KPK di tahun 2019 dalam perkara yang sama. Sedangkan Sekda Muara Enim Hasanuddin meninggal dunia pada 8 November 2020.
“Kita tidak tahu sampai kapan jabatan Plh ini, tapi saya harap dibaca agar beliau bekerja dengan mengedepankan kepentingan masyarakat. Sejauh ini banyak yang mendukung, tapi belum ada respon dari pihak Pemda,” ujar dia yang mengaku sudah mengamati situasi Muara Enim sejak masih mahasiswa meski baru kembali dari merantau Januari 2021 lalu.
Penunjukan resmi Nasrun Umar sebagai Plh Bupati Muara Enim tercantum dalam SK Gubernur Sumsel Nomor : 128/KPTS/I/2021 yang ditandatangani Gubernur Sumsel Herman Deru pada 16 Februari 2021.
Sebelumnya Nasrun mengatakan, segera setelah dipercayakan Gubernur menjadi Plh Bupati, dirinya berangkat ke Muara Enim. Hal pertama yang dilakukannya adalah melakukan konsolidasi ke seluruh ASN dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Muara Enim. “Saya akan membangun rasa nyaman dan mengajak semua bekerja sama-sama. Karena pembangunan tidak boleh berhenti,” ujar Nasrun. (yas)

















