PALEMBANG, fornews.co – Update COVID-19 secara nasional Kamis 18 Juni 2020 hingga pukul 12.00 WIB kembali mencatatkan rekor penambahan tertinggi sejauh ini.
Hari ini ada penambahan 1.331 kasus konfirmasi positif baru. Sebelumnya Gugus Tugas COVID-19 mencatat ada beberapa penambahan kasus positif harian yang berada di atas 1.000 kasus. Seperti tanggal 9 Juni 2020 (1.042 kasus), 10 Juni (1.241), 12 Juni (1.111), 13 Juni (1.014), 15 Juni (1.017), 16 Juni (1.106), 17 Juni (1.031).
“Hari ini ada 20.650 spesimen yang diperiksa sehingga total spesimen yang sudah diperiksa menjadi 580.522. Hasil positif terkonfirmasi hari ini 1.331 dengan total 42.762,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dr Achmad Yurianto pada konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Kamis (18/06).
Menurut Yuri, melihat sebaran penambahan kasus positif baru angka tertinggi hari ini Jawa Timur 384, DKI Jakarta 173, Sulsel 166, Kalsel 118, Bali 66. Dari 34 provinsi terdampak ada 17 provinsi yang melaporkan penambahan kasus baru di bawah 10. Bahkan ada 10 provinsi yang melaporkan tidak ada penambahan kasus baru yaitu Bangka Belitung, Bengkulu, DI Yogyakarta, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Gorontalo.
Selain itu, lanjut Yuri, ada beberapa provinsi yang melaporkan kasus sembuh lebih banyak dari kasus positif baru. Di antaranya Jawa Barat hari ini melaporkan 52 kasus baru dan 54 sembuh, Kalimantan Tengah 36 kasus baru dan 39 sembuh, Banten 15 kasus baru dan 27 sembuh, Kalimantan Timur 8 kasus baru dan 18 sembuh, Sumatra Barat 5 kasus baru dan 17 sembuh, Papua Barat 5 kasus baru dan 22 sembuh, Bangka Belitung tidak melaporkan ada kasus baru namun 27 dilaporkan sembuh, Kalimantan Barat tidak melaporkan ada kasus baru namun ada 6 kasus sembuh.
“Sehingga total kasus sembuh hari ini 555 orang sehingga akumulasi sembuh 16.798 orang,” katanya.
“Sementara itu ada juga penambahan kasus meninggal 63 orang sehingga total 2.339,” imbuhnya.
Saat ini ada 435 kabupaten/kota terdampak di 34 provinsi. Sementara orang yang dipantau sebanyak 36.698 dan pasien yang dalam pengawasan ketat 17.923 orang.
Menurut Yuri, gambaran data yang disajikan ini menandakan masih adanya penularan di tengah masyarakat. Maka dari itu, seluruh masyarakat tidak punya pilihan lain kecuali mematuhi protokol kesehatan. Menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan, merupakan hal penting yang harus dibudayakan dalam setiap kehidupan. Karena inilah yang disebut penyesuaian kebiasaan yang baru.
“Inilah adaptasi kebiasaan kita yang baru. Hanya dengan cara ini kita akan masih bisa menjaga produktivitas kita. Oleh karena itu yang harus ada dalam pemikiran kita semua adalah aman, pastikan kita aman dari tertular COVID-19 agar bisa kembali produktif seperti sedia kala,” tukasnya. (ije)

















