BATURAJA-Situs purbakala di Desa Padang Bindu, Semidang Aji, OKU ternyata merupakan situs paling bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Situs tersebut diduga kuat merupakan kawasan yang sempat ditinggali manusia purba yang me rupakan cikal bakal banga Indonesia. “Manusia di sini sudah ada sejak 4.000 tahun lalu. Bahkan, mereka (manusia purba) dari daerah ini, tersebar ke kawasan Asia Pasifik. Mereka ini juga merupakan cikal-bakal lahirnya bangsa Indonesia,” Peneliti Senior Manusia Purba Arkeologi Nasional, Prof Harie Truman Simanjuntak, beberapa waktu lalu.
Truman menjelaskan, untuk mendapatkan informasi lebih dalam menyangkut keturunan warga OKU, maka penelitian dengan mengajak serta Tim Biologi Molekuler Eijkman (Lembaga Analisis DNA) Jakarta, sangat penting untuk mengungkap sejarah khususnya wilayah setempat. “Selain untuk mengetahui asal usul dan kekerabatan di wilayah setempat, juga untuk kepentingan pengetahuan lebih mendalam lagi,” timpalnya.
Lanjut dia, fungsi dari DNA sebagai pembawa informasi genetic , DNA sebagai bentuk kimiawi gen merupakan pembawa informasi genetic mahluk hidup. DNA pembawa intruksi bagi pembentukan ciri dan sifat mahluk hidup. DNA juga berperan pada duplikasi dan pewarisan sifat.
“Oleh karenanya, DNA mengandung semua informasi sifat mahluk hidup. Dimana makhluk hidup itu sendiri, harus memiliki informasi bagi perbanyakan diri (reflikasi) . Reflikasi DNA memberikan jalan bagi DNA untuk diwariskan dari satu sel ke sel lainnya,” jelasnya.
Menyangkut hasil tes DNA, Truman menyampaikan, hingga saat ini belum diketahui. Karena masih dalam proses penelitian oleh tim ahli. Menurut dia, butuh waktu panjang sehingga hasilnya benar-benar akurat.
Objek Wisata dan Pusat Penelitian
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, mengapresiasi temuan manusia purba di Bumi Sebimbing Sekundang, dan menjadikan daerah ini sebagai pusat penelitian para ilmuan dan pelajar, maka memberi perhatian lebih dengan membangun Museum Situs Purba kala Gua Harimau. Museum Situs Gua Harimau merupakan pengembangan dari Museum Purbakala Si Pahit Lidah.
Museum purbakala ini meru pakan yang terbesar kedua di Indonesia, setelah museum Sangiran di Solo, Jawa Tengah. Anggaran untuk pemba ngunan Museum Situs Purbakala Gua Harimau disiapkan oleh pemerintah pusat sebesar Rp30 miliar. Dana sebesar itu dikucurkan dalam tiga tahap dalam tiga tahun (2015-2017) masing-masing Rp10 miliar per tahun.
Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Hari Widianto beberapa waktu silam menyebutkan, situs purba kala di Padang Bindu, Kecamatan Semidangaji, OKU, dinilai luar biasa. Di daerah ini, banyak jejak-jejak kehidupan yang berumur 4.000 tahun. “Kita mempunyai berbagai peninggalan gua yang berusia berkisar 4.000 tahun lalu dan dihuni manusia,” ucapnya.
Di Gua Silabe misalnya, di temukan kerangka manusia dan benda-benda kebudayaannya, seperti obsidian yang dipakai menyayat sebagainya, gerabah dan logam, yang berusia 2.700 tahun. Kemudian Gua Putri, yang merupakan rumah pra sejarah yang terdiri dari tiga lantai yang kondisinya sangat bersih dan bagus. Gua ini diperkirakan dihuni 3.500 tahun.
Di bagian bawah gua ini ditemukan aliran air sungai kecil, yang sebelumnya sempat ditemukan sejum lah batu yang diduga merupa kan benda peninggalan homo erectus, manusia paling tua. “Kerangka ini banyak yang bisa kita pelajari. Bahkan gigi keropos sudah ada usianya 4.000. Kerangka-kerangka ini masih diidentifikasi. (Tapi sepertinya) ras mongoloid dari segi budaya,” paparnya.
Bupati OKU, H Kuryana Azis sendiri berharap, semoga pelaksanaan pembangunan museum ini berjalan dengan baik. Menurut dia, warisan harta budaya, dan peninggalan purbakala sangatlah berharga. “Oleh karenanya, perlu dilakukan pengembangan cakarbudaya. Dan yang penting di pahami, hal ini tugas kita semua. Kami sangat menyambut baik, pembangunan ini,” ujarnya.
Masih kata Kuryana, bagi arkiolog daerah ini merupakan, lokasi baru untuk menjadi pusat penelitian. Diharapkan, mampu menjadi, besar. Sebab ini merupakan pendukung pembangunan sektor pariwisata dan lainnya. “Masyakat dan perangkat desa, kades, camat dan lain-lain, harus mendukung pembangunan ini. Tumbuhkan kesadaran, bahwa situs ini milik kita bersama,” tukasnya. (ibr)

















