PALEMBANG, fornews.co – Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatra Bagian Timur (Sumbagtim), M Aflah melaporkan capaian kinerja penerimaan negara sepanjang 2017, dengan hasil melebihi dari target yang dibebankan.
Sebagai institusi di bawah Kementerian Keuangan, kata Aflah, DJBC mempunyai tugas dan fungsi sebagai revenue collector, community protector, trade facilitator and industrial assistance.
Dari sisi revenue collector atau pemungut penerimaan negara, DJBC dituntut bekerja keras untuk meningkatkan penerimaan negara dari pelaksanaan tugas dan fungsi kepabeanan dan cukai.
“Bea cukai menjawab dengan memungut penerimaan bea masuk yang ditargetkan sebesar Rp139 miliar, mencapai Rp144 miliar, sebesar 103%. Sedangkan penerimaan bea keluar ditargetkan Rp51 miliar, mencapai Rp73 miliar, yaitu sebesar 144%. Sehingga total dari target yang dibebankan kepada bea cukai sebesar Rp190 miliar, dicapai Rp218 miliar, yaitu 115%,” kata M Aflah dibincangi wartawan di sela Pemusnahan Barang Milik Negara Eks Kepabeanan dan Cukai Hasil Penindakkan Tahun 2017 oleh Ditjen Bea Cukai Sumbagtim, Kamis (25/01).
Selain bertugas sebagai revenue collector, sebagai fungsi trade facilitator dan industrial assistance, lanjut Aflah, bea cukai memfasilitasi perdagangan dan membantu perkembangan industri dalam negeri, dengan memberikan empat fasilitas kawasan berikat yaitu PT Mariana Bahagia di Palembang, PT Daya Inti Pusaka, Sungai Menang, OKI.
Kemudian PT Central Proteinprima, Sungai Menang, OKI dan PT Steelindo Wahana Perkasa di Belitung. Serta dengan satu pusat logistik berikat yaitu PT ICDX, Pangkalan Balam, Pangkal Pinang.
“Pelayanan juga diberikan melalui bandara SMB II di Palembang serta telah dibukanya Bandara Internasional H.A.S Hanandjoedin di Tanjung Pandan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, Kanwil DJBC Sumbagtim juga siap memberikan pelayanan maksimal dalam rangka mensukseskan Asian Games 2018 yang akan berlangsung Agustus mendatang. (bas)

















