PALEMBANG, fornews.co – Direktur Eksekutif Lembaga Survei IndexPolitica, Denny Charter menyebut, pengaruh politik uang masih cukup tinggi bisa terjadi saat pelakasanaan Pilkada 27 Juni nanti.
Menurut dia, pengaruh politik uang mencapai angka 16 persen. “Ini berpotensi mengubah suara sebanyak 33 persen saat pencoblosan nanti,” ungkap Denny saat merilis hasil report survei persepsi masyarakat di Pilkada Kota Palembang, di Hotel Santika Prime, Jumat (22/06).
Untuk itu, kata Denny, Panwaslu dan penegak hukum diharapkan betul-betul konsentrasi untuk mengawasi segala aktivitas para timses pasangan calon. Sebab, ancaman money politic pada Pilkada Palembang ini, praktis mengancam proses pesta demokrasi.
“Panwaslu dan aparat di Palembang, harus memonitor lebih ketat kegiatan yang dilakukan oleh timses, agar ini tidak terjadi,” tuturnya.
Sementara itu, terkait hasil survei Pilkada Kota Palembang, Denny melaporkan jika paslon petahana nomor urut 1, Harnojoyo-Fitrianti Agustinda masih di posisi teratas dari tiga paslon lainnya. Sementara pasangan Sarimuda-Abdul Rozak terus menguntit ketat di posisi ke-2.
“Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Harno- Finda, di Pemerintah Kota Palembang cukup tinggi mencapai 70,1 persen. Sebaliknya ketidakpuasan mencapai 29, 9 persen. Dimana pemilih yang tidak puas dengan kinerja pemerintah 47,74 persen memilih Sarimuda -Abdul Rozak,” ungkapnya.
Denny mengakui, kalau persaingan antara pasangan Harnojoyo-Fitrianti dan Sarimuda-Abdul Rozak sangat ketat, dengan terdapat swing boter atau pemilih yang belum menentukan pilihan sebesar 13,86 persen.
“Pasangan Sarimuda- Rozak unggul di lima kecamatan yakni Gandus, Plaju, Kalidoni, Sematang Borang, dan Sako. Sedangkan 13 kecamatan sisanya, Harnojoyo- Fitrianti unggul,” tandas Denny. (bas)

















