MADRID, fornews.co – Untuk kesekian kalinya, keberhasilan Pemkab Musi Banyuasin dalam pengembangan komoditas kelapa sawit mendapat apresiasi forum nasional maupun internasional. Kali ini Bupati Muba H Dodi Reza Alex menjelaskan apa yang telah dicapai dan dilakukan Pemkab Muba di hadapan European Palm Oil Conference (EPOC) di Madrid, Spanyol, Kamis (4/10) waktu setempat.
“Pengembangan komoditas strategis sawit di Indonesia akan dapat berkontribusi pada capaian Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) untuk Indonesia, dan ini sudah dimulai di Kabupaten Muba,” ujar Dodi saat mendapat waktu presentasi.
Menurut Dodi, beberapa target untuk mewujudkan pembangunan hijau berkelanjutan yang utama yakni dapat didorong capaiannya melalui sawit lestari adalah ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan, dan menurunkan risiko ekspansi lahan dan deforestasi.
“Untuk dapat mencapai target tersebut ada beberapa tantangan kunci, salah satu yang paling dasar adalah kebutuhan data dan peta yang disepakati oleh semua pemangku kepentingan sesuai dengan Kebijakan Satu Peta dan Satu Data. Tanpa data, berbagai isu seperti legalitas, konflik lahan, sulitnya sertifikasi dan kebakaran lahan akan sulit dicegah,” paparnya.
Diterangkan Dodi, Pemkab Musi Banyuasin percaya bahwa untuk menjawab tantangan ini, pemerintah kabupaten tidak bisa bekerja sendiri. Karenanya Pemkab Muba bekerjasama dengan berbagai pihak dan mendirikan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) sebagai upaya kolaborasi dengan kabupaten lain.
“Salah satu contoh nyata adalah pencapaian Muba untuk mendapatkan dukungan dana replanting dari BPDP Sawit untuk pekebun sawit khususnya swadaya. Proses ini berlangsung selama lebih dari dua tahun dan tidak akan bisa terjadi tanpa data spasial dan sosial ekonomi pekebun yang jelas. Data yang berhasil dikumpulkan adalah hasil kerjasama multipihak di kabupaten,” jelas Dodi yang juga Ketua Umum LTKL.
Dodi menambahkan, dengan fokus pada data dan peta, kabupaten bisa lebih fokus pada pengembangan program yang tepat untuk meningkatkan kapasitas pekebun dan mendorong intensifikasi.
“Adanya peta dan data yang baik juga memungkinkan kabupaten untuk melakukan monitoring dan penegakan hukum di sektor sawit secara efektif bekerjasama dengan provinsi dan nasional. Disini terlihat jelas bahwa penurunan tingkat deforestasi akan sulit tercapai tanpa peta dan data yang baik,” imbuhnya.
Selain itu, Muba percaya bahwa contoh baik ini akan dapat direplikasi oleh daerah lainnya, terutama melalui jaringan LTKL dan APKASI yang sudah dibentuk.
“Dengan komitmen daerah, maka SDGs dan berbagai kebijakan perbaikan tata kelola Indonesia seperti ISPO, moratorium sawit dan Satu Peta serta komitmen swasta untuk lestari akan lebih mudah dicapai,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, turut hadir bersama Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex menjadi narasumber yakni Menteri Industri Malaysia Madam Theresa Kok Suh Sim, Menteri perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita, dan Mantan Presiden Kolombia, Alvaro. Selain itu ada pula Ketua EPOA Frans Claassen, Sekretaris Jenderal Aliansi Minyak Sawit Eropa Margot Logman, dan Profesor Universitas Cagliari Departemen Ilmu Biomedis Sebastiano Banni. (ije)

















