
BATURAJA, fornews.co – Keinginan Dinas Pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ulu (Dispar OKU), mengembangkan onjek wisata di daerah ini berjalan lamban. Hal ini didasari minimnya anggaran pemerintah untuk membiayai program instansi tersebut.
Sebagaimana diungkapkan Kepala Dispar OKU, Paisol Ibrahim, kepada fornews.co Kamis (02/03). Pihaknya memprogramkan untuk pengembangan salah satu objek wisata Bendungan Kendali Rantau Kumpai di Desa Tungku Jaya, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, di mana pihaknya sangat berharap kucuran dana dari pusat, dan peranan dari banyak instansi lain.
“Misalnya untuk jalan, itu bisa dibangun oleh dinas PU BM dan Penataan Ruang. Untuk lingkungannya, bisa dihandle oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP). Kita sendiri (Dispar) membuat kemasannya termasuk aksesorisnya,” ujarnya.
Menurut dia, objek wisata Rantau Kumpai itu sendiri sebetulnya sudah lama ada. Akan tetapi pengelolaan tidak maksimal sehingga banyak masyarakat yang tidak tahu. Padahal sambung dia, masyarakat Bumi Sebimbing Sekundang, haus akan wahana permainan atau objek wisata.
“Kenapa Rantau Kumpai?, karena akses jalan ke sana tergolong cepat, dengan jarak tempuh hanya sekitar 15 menit dari kota Baturaja. Lagi pula sarana prasarana pokok sudah tersedia. Tinggal dipoles sedemikian rupa saja,” jelas Paisol.
Dia menggambarkan, kawasan objek wisata Rantau Kumpai, dengan luas aset daerah mencapai 10 hektare, yang dikelilingi dengan perkebunan masyarakat, terdapat sebuah danau seluas 1 hektare. Meski ada beberapa fasilitas, namun kondisinya tidak terawat sehingga perlu renovasi sehingga masyarakat tertarik untuk berkunjung.
“Jadi di sana nanti, bisa jadi arena permainan, rekreasi keluarga, termasuk bisa jadi tempat untuk mengenalkan makanan atau sentra kerajinan (aksesoris) khas OKU. Selain Gua Putri, tentunya ada destinasi wisata lain yang akan kita tawarkan ke masyarakat lokal dan luar OKU,” dambanya.
Khusus rencana pengembangan wisata di Rantau Kumpai, dia mengaku jika sudah memiliki Detail Enginering Design (DED)-nya. Di mana konsep pembangunan yang akan dilakukan, sarana prasarana terintegrasi sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Jika anggaran memadai, banyak yang bisa dikembangkan di sana. Mulai wahana permainan air, flying fox, serta wahana permainan menarik lainnya,” pungkasnya. (wil)















