
PENDOPO, fornews.co-Petani karet di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mengaku kalau pengetahuan mereka berkebun karet minim dan mereka mendapatkannya secara otodidak. Hal ini disadari mempengaruhi produktifitas panenan getah rendah.
Sejak bertahun-tahun, sebagian besar petani karet di PALI, mendapatkan pengetahuan baik cara penanaman, maupun pemanenan (sadap) karet dari kebiasaannya melihat orang tuanya. Karenanya, para petani karet di Bumi Serepat Serasan, menginginkan pendampingan dari dinas terkait untuk membina serta membantu sarana penunjang agar hasil panen bisa optimal.
“Dari kecil sampai sekarang, kami tahu cara menanam dan merawat sampai panen dari penglihatan kami di kebun termasuk diajarkan orang tua kami,” tutur Beri (32), salah seorang petani karet warga Desa Jerambah Besi, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI saat dibincangi, Rabu (01/03).
Dia mengaku, belum ada penyuluhan dari pemerintah cara menanam yang baik dan cara memelihara serta cara menyadap yang benar. “Jika itu dilakukan, mungkin hasil sadapan kami bisa lebih banyak dari yang sekarang ini. Apalagi saat ini harga getah karet sudah naik,” harapnya.
Senada dituturkan petani karet lainnya, Ashadi. Sejak lama menjadi petani karet, belum pernah memberi pupuk terhadap tanaman karet miliknya. “Kami tidak tahu cara memupuk dan jenis pupuk apa yang dibutuhkan tanaman karet. Kami hanya tanam dan merawatnya yang penting hidup dan bisa menyadap tiap hari lalu seminggu sekali dikumpulkan dan kami jual,” tuturnya.
Sementara, Kepala Desa (Kades) Jerambah Besi, Heryanto berharap, dengan meningkatnya harga karet bisa lebih maksimal lagi apabila hasil sadapan petani juga lebih banyak. Menurutnya, yang dibutuhkan petani karet di desanya yakni penyuluhan serta bantuan bibit dan pupuk.
“Sekarang memang petani tidak lagi pusing memikirkan harga karet. Tapi alangkah baiknya, pembinaan dan pendampingan kepada petani untuk diberikan pengetahuan tentang bertani karet bisa dilakukan pemerintah secara rutin, agar taraf hidup petani karet bisa semakin meningkat,” ucapnya.
Masih kata dia, sejak naiknya harga getah karet dua bulan terakhir, berdampak positif di kalangan petani. Perekonomian mulai bergairah dan di pasar-padar ramai dikunjungi warga. “Sekarang, harga getah karet mingguan di tingkat petani mencapai Rp10.500 per/kg,” tukasnya. (son)

















