PALEMBANG, Fornews.co – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona atau COVID-19 di Sumsel harus bekerja lebih keras lagi untuk menurunkan angka penularan atau effective reproduction number (Rt) di Sumsel. Pasalnya, hingga saat ini nilai Rt di Sumsel masih mencapai 1,2
Demikian diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Sumsel, Prof Yuwono saat memberikan keterangan pers, Selasa (09/06).
Yuwono mengatakan pihaknya harus berupaya lebih keras lagi agar angka Rt ini mampu diturunkan mencapai 0,6 bahkan akan lebih baik bisa mencapai 0,5. Sedangkan, saat ini angka Rt masih mencapai 1,2.
Karena itu, upaya yang dilakukan yakni mengoptimalkan tes PCR. Saat ini, tes PCR di Sumsel sudah lebih baik lagi. Bahkan, diharapkan hasil tes ini sudah dapat dikeluarkan dalam tempo waktu selama tiga hari.
“Jika tes PCR ini semakin cepat hasilnya maka tentu akan semakin bagus karena berdampak para penyembuhan atau penanganan pasien tersebut sehingga jumlah yang sembuh akan semakin meningkat,” katanya.
Menurutnya, saat ini PSBB yang telah dilakukan sudah cukup baik dari semula tingkat kontak mencapai 14 orang sebelum PSBB maka setelah PSBB dilakukan tingkat kontak hanya 6 orang. Dengan semakin minimnya tingkat kontak ini maka kecil kemungkinan penambahan pasien positif.
Selain itu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dapat lebih cepat diketahui hasilnya sehingga dapat diketahui tindakan apa yang harus diambil. Saat ini, ia mengaku kebanyakan PDP harus dimakamkan sesuai dengan prosedur COVID-19, hal ini dikarenakan lebih banyak manfaatnya sebelum dikeluarkan hasil tes.
“Kami harap masyarakat tetap positif thinking dan jaga imunitas, kita harus optimis,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang, Andi Yussianto menambahkan, semula kapasitas lab BBLK Palembang hanya 200 sampai, kemudian meningkat menjadi sekitar 276 sampel dan saat ini mengalami peningkatan pesat yakni 800 sampel per hari nya.
“Terakhir kami mencatat ada 400 sampel yang kami sudah periksa, tapi hari ini datang lagi 400 sampel. Meskipun begitu, sampel yang tersisa saat ini tidak lebih dari 1 ribu sampel,” katanya.
Pengujian sampel ini dapat terus berjalan rutin jika logistik tersedia seperti reagen. Bahkan, paling lama pengujian sampel ini selama tiga hari sudah dapat diketahui hasilnya dan langsung dapat dipublikasi.
“Jadi kedepan, hari ini sampel datang, besok sudah dapat diketahui hasilnya,” tutup Andi. (lim)
















