YOGYA, fornews.co – Nagari Kadipaten Pura Pakualaman kembali menggelar Peringatan Hadeging Praja Dalem Kadipaten Pura Pakualaman ke-211 (masehi)/207 (jawa) ) mengangkat tema “Guna Arcana Ngluhurken Bekti.”
Acara yang telah berlangsung sejak 5 April 2023 itu diramaikan dengan berbagai kegiatan dan perlombaan untuk umum.
Perlombaan yang kental dengan nuansa tradisi khas Yogyakarta, khususnya Pakualaman, digelar di kompleks Kadipaten Pakualaman.
Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati (GKBRAA) Paku Alam menyebut rangkaian perlombaan peringatan HPA itu sebagai wujud pelestarian sekaligus upaya mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda.
Tradisi Kadipaten Pakualaman sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Yogyakarta memerlukan peran generasi muda untuk melakukan praktik-praktik tradisi khas Yogyakarta sacara langsung sebagaimana yang dilombakan.
“Guna arcana ngluhurken bekti memiliki arti kepandaian, sopan santun, kesetiaan akan memuliakan bakti,” terangnya di Kadipaten Pura Pakualaman, Sabtu.
Kata Bekti, sambung GKBRAA Paku Alam, artinya berbakti kepada negara, rakyat, lingkungan maupun bagi Kadipaten Pakualaman sendiri.
Pakualaman terus berperan aktif dalam pelestarian kebudayaan di Yogyakarta salah satunya dengan menggelar lomba literasi budaya.
“Lomba literasi budaya jarang diperlombakan ternyata minatnya banyak sekali,” ungkap Gusti Ayu yang telah dikukuhkan sebagai “Bunda Literasi” pada 2022 lalu.

Istri Wakil Gubernur DIY itu sangat prihatin kenapa hari ini tidak ada yang membuat naskah-naskah berbahasa jawa seperti yang pernah dibuat oleh para pedahulu Mataram.
“Naskah-naskah Pura Pakualaman itu luar biasa bagusnya kenapa kita kok tidak membuat naskah seperti dahulu kala,” selorohnya.
Padahal dengan menghidupkan budaya literasi akan tercipta generasi literat, berkarakter dan berbudaya.
Tak hanya itu, Kadipaten Pura Pakualaman juga menggelar Lomba Lukis Tas Pandan karena Yogya juga terkenal dengan produk daun pandan.
Lomba Lukis Tas Pandan justru digelar di Jakarta Convention Center selama dua hari tanggal 5-6 April 2023.
“Kita menggelar lomba lukis tas pandan karena tas pandan adalah asli Yogyakarta,” jelasnya. “Sekaligus mengenalkan kepada publik bagaimana tas pandan itu dibuat oleh simbah-simbah di Yogyakarta.”
Ia tidak menyangka Lomba Lukis Tas Pandan yang digelar di Jakarta itu justru sangat diminati.
Selain perlombaan, pada peringatan HPA tahun ini juga menggelar Kegiatan Darma Mulyarja yang melibatkan warga sekitar Kadipaten.
Kegiatan Darma Mulyarja itu antara lain khitanan massal, stunting, jalan sehat dan tasyakuran Peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman.

Rangkaian perlombaan Peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman yakni Lomba Lukis Tas Pandan, Penulisan Artikel Ilmiah Tingkat Nasional, Sayembara Macapat Paku Alam Cup XI Tingkat Nasional dan Lomba Tari Klasik Gagrag Pakualaman.
Selanjutnya juga ada Lomba Mewarnai Motif Batik Pakualaman Tingkat DIY dan Jawa Tengah, Lomba Lukis Grand Prix PA Cup ke VI Tingkat Nasional dan Lomba Literasi Aksa Jawa Tingkat Nasional.
Perlombaan lainnya ada Sayembara Jemparingan Mataraman, Sayembara Cipta Cengkok Macapat Tingkat Nasional, Lomba Dolanan Anak dan Lomba Cipta Lelagon Bocah.
Diperkirakan setiap kategori perlombaan dikuti oleh 150 peserta.
Dijelaskan, Peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-211 adalah upaya menjalankan amanat UU Keistimewaan DIY Nomor 13 Tahun 2012.
Amanat UU tersebut sebagai bentuk peran dan tanggung jawab Kasultanan dan Kadipaten dalam menjaga dan mengembangkan budaya Yogyakarta yang merupakan warisan budaya bangsa.
“Hal ini sejalan dengan visi KGPAA Paku Alam X melanjutkan kewajiban leluhur Mataram sebagai pengemban kebudayaan,” pungkas Gusti Putri. (adam)
Copyright © 2023 fornesw.co. All rights reserved.

















