
PALEMBANG, fornews.co-Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki menyatakan, Perhimpunan Mahasiswa Pemuda Penukal Abab Lematang Ilir (Perma-Pali) harus bisa memberi kontribusi untuk daerah.
“Saya yakin, dengan banyaknya sarjana dari PALI, maka akan memberi kontribusi untuk PALI. Karena ini wadah untuk silahturahim, tukar pikiran dan bantu membantu, maka harus kompak dan solid. Jangan sampai di dalamnya saling gontok gontokan dan cerai berai. Tapi saya yakin Perma PALI ini punya kemampuan untuk berbuat lebih banyak untuk PALI maupun untuk Sumsel,” ujarnya, usai melantik Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Perma-PALI masa bhakti 2016-2018, bertempat di Hotel Amaris, Senin (10/04).
Ishak mengatakan, bahwa bicara tentang mahasiswa itu, sama dengan bicara tentang kritik, inofatif, ingin perubahan dan sejarah tentang mahasiswa itu sudah jelas. Hanya saja, sekarang bagaimana mahasiswa itu untuk tetap menjaga nama baiknya, kritis namun tetap tertib dan memberikan solusi. “Jangan sekadar tamat, sekarang ini tak cukup tamat saja. Harus punya prestasi dan punya integritas. Kalau hanya cerdas tapi tak punya integritas maka akan jadi culas,” katanya.
Sementara, Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lakoni menuturkan, hadirnya Perma PALI ini justru menambah suport bagi Kabupaten PALI. Karena dengan adanya mahasiswa-mahasiswa yang berorganisasi, mereka bisa lebih dengan mudah berhimpun dan dengan mudah memberikan saran dan kritik bagi pemerintah untuk kelancaran pembangunan. Karena yang jelas bahwa kehadiran Perma PALI bisa memberikan sumbangsih yang nyata untuk kabupaten ini.
“Apalagi di PALI sedang fokus untuk berperang terhadap narkoba dan ada persoalan urgensi terhadap meningkatnya pernikahan dini, jadi saya berharap teman-teman dari Perma PALI bisa langsung terlibat untuk mengkampanyekan anti narkoba dan anti pernikahan dini,” tuturnya.
Ketua Dewan Pembina Perma PALI rizal Kenedi menambahkan, peran mahasiswa-mahasiwa PALI ini tidak lain untuk mensuport pemerintah daerah, sekaligus menjadi bagian penting untuk menyeimbangkan pembangunan di Kabupaten PALI. “Dari kalangan mahasiswa inilah, Insyaallah bisa ikut mengontrol pembangunan daerah, dengan kritikan-kritikan yang membangun. Kemudian, kreatifitas serta inovasi yang ada dari mahasiswa, akan membawa nama Kabupaten PALI lebih cepat sejajar dengan kabupaten lain di Sumsel,” tandasnya. (tul)
















