SEKAYU, fornews.co – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Muba meluncurkan dua program untuk mempermudah layanan pendaftaran haji. Adalah Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Pelayanan Pendaftaran Haji Mobile, Rabu (24/07).
Acara yang digelar di Kantor Kemenag Muba dihadiri Kakanwil Kemenag Sumsel Muhammad Alfajri Zabidi, Sekda Apriyadi, Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, dan para Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Muba.
Kepala Kantor Kemenag Muba, Subrata mengatakan, Pelayanan Haji Mobile adalah pendaftaran haji yang berbasis jamaah, dengan kata lain pelayanan dalam jemput bola. Yakni, petugas pelayan haji mendatangi calon jamaa.
“Kalau selama ini jamaah dari desa ke kabupaten, kalau ini kebalikannya, petugas dari kabupaten ke desa melayani masyarakat,” katanya.
Dikatakan, pada 25 Juni 2019 para petugas di seksi penyelenggaran haji dan umrah melakukan uji coba di Kecamatan Bayung Lencir. Berdasarkan data, ada 11 jamaah yang mendaftar dengan menggunakan perlengkapan seadanya.
“(Ini pelayanan) pendaftaran haji pertama di Indonesia dan belum pernah dilakukan di tempat lain. Kepada semua pihak mohon bantuan agar dapat berjalan dengan lancar,” tuturnya.
Sementara itu, mewakili Bupati Muba Dodi Reza Alex, Sekda Apriyadi mengatakan, layanan ini merupakan yang pertama di Indonesia. Menurutnya, ini adalah inovasi yang baik untuk membantu memudahkan masyarakat Kabupaten Muba untuk mencapai, memenuhi panggilan Allah SWT.
“Kami sangat mendukung dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada lembaga Kemenag. Di Kabupaten Muba sudah cukup banyak inovasi yang dilakukan, barangkali bisa disinergikan layanan Kemenag dengan inovasi lain yang sudah ada disediakan Pemkab Muba,” kata Apriyadi.
Dikatakan, proses layanan inovasi ini sangat membantu dan Pemkab Muba siap memberikan masukan terhadap layanan apa pun.
“Di sini ada peluang, karena Disdukcapil sudah disiapkan untuk mendapatkan layanan online. Apabila haji mobile memungkinkan untuk kerja sama dengan perangkat Disdukcapil, tentu ini untuk kepentingan masyarakat di Kabupaten Muba,” katanya.
“Melalui layanan haji online ini maka layanan kepada masyarakat semakin mudah dan semakin dekat. Kita ingin mengubah pemikiran kalau berurusan dengan unit layanan publik pemerintah sudah semaksimal mungkin berikan layanan terbaik, sehingga masyarakat lebih dekat dengan kita,” tukasnya.(bas)

















