PALEMBANG, fornews.co – Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018, Pertamina Sumbagsel memastikan pasokan BBM dan elpiji bagi masyarakat aman terkendali.
Seperti biasanya, Pertamina kembali membentuk satuan penugasan (Satgas) BBM dan elpiji guna memantau ketersediaan BBM dan elpiji di tengah-tengah masyarakat. Satgas ini bekerja di seluruh Indonesia terhitung sejak tanggal 11 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018. Bahkan guna menghadapi lonjakan konsumsi pada Natal dan Tahun Baru ini, Pertamina juga melakukan penambahan pasokan mencapai 5% untuk BBM dan 16% untuk elpiji 3 Kg.
“Momentum hari libur Natal dan Tahun Baru 2018, Pertamina MOR II Sumbagsel menyiapkan penambahan pasokan. Untuk BBM peningkatan tidak terlalu signifikan hanya sekitar 5% dari rata-rata bulanan. Sedangkan elpiji 3 Kg, Pertamina memberikan penambahan sebanyak 760 ribu tabung elpiji 3 Kg khusus untuk wilayah Sumatra Selatan,” jelas General Manager Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel, Erwin Hiswanto.
Menurut Erwin, guna memperlancar jalur distribusi elpiji 3 Kg, Bright Gas 5,5 Kg, elpiji 12 Kg, Pertamina juga menugaskan 22 SPBU di Sumsel untuk menjual varian gas tersebut. Sedangkan untuk wilayah Sumbagsel secara rata-rata Pertamina telah menambah penyaluran sebesar 12% dari penyaluran normal setiap bulannya.
“Pertamina memberikan tambahan pasokan elpiji 3 Kg sebanyak lebih dari 1,5 juta tabung untuk 5 provinsi yang ada di Sumbagsel dengan juga menugaskan kepada 272 SPBU menyediakan outlet penjualan gas. Hasil dari pantauan kami, harga eceran tertinggi (HET) untuk wilayah Sumbagsel juga masih terkendali dan pasokan dalam kondisi aman. Dan tugas Satgas di pengujung tahun ini yang akan mengawal ketersediaan elpiji dan BBM,” tutur Erwin.
Sementara itu, bahan bakar Avtur diprediksi meningkat namun tidak lebih dari 6%. Menurut Erwin, saat ini ada kecenderungan masyarakat memilih menggunakan armada pesawat guna menghemat waktu perjalanan. Erwin melanjutkan, pada usia Pertamina yang ke 60 tahun ini juga, Pertamina mendapatkan amanah penugasan BBM 1 harga di 154 lokasi. Khusus wilayah Sumbagsel ada 5 titik yang akan mendapatkan program BBM 1 harga.
“Tanggal 8 Desember yang lalu, Menteri ESDM baru saja meresmikan program BBM 1 Harga di Pulau Enggano Bengkulu. Pada 2018 akan segera menyusul 4 lokasi lainnya yaitu Nibung – Musi Rawas, Lemong Pesisir Barat – Lampung, Lalan Musi Banyuasin – Sumsel, Suoh – Lampung Barat. Untuk mencapai lokasi ini mobil tangki Pertamina harus menempuh perjalanan darat atau laut yang jarak tempuhnya lebih dari 130 km,” jelasnya.
Untuk itulah, Erwin berharap dan menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kerja Pertamina. “Kami akan selalu mengupayakan yang terbaik untuk negeri ini,” tutup Erwin. (ije)
















