KAYUAGUNG, fornews.co – Sebanyak 367 Pegawai Honorer Kategori 2 (K2) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dari tenaga guru dan penyuluh pertanian menjadi peserta seleksi Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Kontrak (PPPK) di SMKN 1 Kayuagung, Sabtu (23/02).
Kepala BKD OKI, Herri Susanto didampingi Kabid Kepegawaian BKD OKI, Ika Lisma Aprianti menuturkan, dari ratusan peserta ini semuanya terdiri dari guru dan penyuluh pertanian yang terdiri dari 326 orang guru dan 41 orang penyuluh pertanian.
“Ujiannya akan dilaksanakan selama dua hari, hari ini dan besok dalam empat sesi ujian,” ujar Herri.
Lebih lanjut, Ika menambahkan, untuk teknis penerimaan para peserta ujian ini sebelumnya telah melakukan pendaftaran melalui website penerimaan PPPK. Sedangkan untuk ketentuan kelulusan sendiri tidak ditentukan oleh jumlah formasi.
“Jadi kalau mereka bisa lulus semua dalam arti memenuhi passing grade diterima semua. Karena berdasarkan Permenpan 4/2019 yang baru kita terima ini berdasarkan passing grade dan ada tiga jenis soal, Teknis Manajerial dengan passing grade 42, Sosial serta Kultural paling rendah 65,” jelasnya.
Sementara untuk pengumuman final direncanakan bisa diketahui pada 1 Maret 2019 mendatang. “Meskipun sistem CAT ini peserta sudah bisa tahu hasil tesnya, untuk hasil final tetap pada anggap itu,” tandasnya.
Sementara, Asisten 1 Sekretariat Daerah (Setda) OKI, H Antonius Leonardo MSi mengungkapkan, ini adalah salah satu fasilitas yang diberikan oleh pemerintah untuk meningkatkan penghasilan para pegawainya. Untuk itu, dirinya mengharapkan agar para peserta ini dapat fokus mengikuti ujian sehingga bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.
“Pemerintah sebenarnya sudah berupaya agar pegawai K2 ini bisa jadi pegawai, tapi tentunya ini semua ada aturannya. Untuk itu, pada pembukaan PPPK ini kita prioritaskan dulu yang K2 meskipun sebenarnya banyak di luar sana yang mau ikut,” kata H Antonius saat meninjau ke lokasi tes Sabtu pagi.
Jika dilihat, lanjutnya PPPK ini sudah cukup bagus karena dalam segi honor PPPK itu sama dengan PNS. “Jadi, ini termasuk secercah harapan rekan-rekan pegawai K2 untuk dapat meningkatkan penghasilan,” ucapnya. (rif)

















