SEKAYU, fornews.co-Mantan Presiden Sriwijaya FC (SFC), Dodi Reza Alex, akan menggiring Repsol agar bisa menjadi sponsor Laskar Wong Kito untuk berkompetisi di Liga 2.
“Repsol, ya why not?. Mereka sangat suka olahraga. Tentunya saya akan bantu perjuangkan (sponsor), apalagi jika nantinya banyak pemain muda asal Sumsel yang memperkuat Sriwijaya FC,” ungkap Dodi, saat memberi keterangan pers, terkait penemuan cadangan gas di Bayung Lencir, Sabtu (23/02).
Dodi mengungkapkan, penemuan cadangan gas terbesar ke-5 di dunia di Kabupaten Muba baru-baru ini oleh perusahaan asal Spanyol, Repsol, dapat membuka peluang sponsor bagi klub profesional itu.
“Peluang sponsorship itu sangat terbuka, karena Repsol dikenal sebagai perusahaan yang sangat peduli dengan industri olahraga. Repsol diketahui merupakan sponsor pembalap MotoGP asal Spanyol yakni Marc Márquez,” ungkapnya.
Bupati Muba itu menjelaskan, jika Repsol mau terlibat langsung mengurus Sriwijaya FC, maka ini dapat menaikkan citra klub. Karena perusahaan itu merupakan perusahaan bonafit di bidang migas. Repsol dikenal dengan produk pelumas yang sudah menjajal pasar selama kurang lebih 20 tahun.
“Peran swasta dalam pengembangan sepak bola di Tanah Air sangat dinantikan. Saya sangat salut dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki kepedulian pada pengembangan olahraga,” jelasnya.
Salah satunya, papar Dodi, seperti yang dilakukan perusahaan perkebunan sawit terbesar di Muba, yakni Cargill, yang menjalankan program CSR di bidang olahraga. Perusahaan asal Amerika Serikat itu mendatang tim pelatih asal Chelsea, untuk memberikan coaching clinic ke anak-anak usia muda di Sekayu secara reguler. “Ini bisa konsisten dilakukan Cargill, lantas mengapa tidak kita minta juga Repsol nantinya begitu,” paparnya.
Sekadar informasi, bahwa pada Rabu (21/02) lalu, perusahan migas ternama asal Spanyol, Repsol mengumumkan telah berhasil menemukan cadangan gas terbanyak nomor empat di dunia, di kawasan eksplorasi Blok Sakakemang, tepatnya di sumur Kali Berau Dalam, Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lencir
Cadangan migas itu menjadi penemuan pertama terbesar dalam 18 tahun terakhir, setelah penemuan Blok Cepu oleh Exxon Mobil pada 2001. Kandungan di sumur Kali Berau Dalam diperkirakan mencapai 2 triliun kaki kubik. (tul)

















