PALEMBANG, fornews.co – Sriwijaya FC harus mengubur mimpi bermain di Liga 1 2020. Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada perebutan tempat ketiga sekaligus tiket promosi terakhir ke Liga 1 2020, Laskar Wong Kito menyerah 0-1 dari Laskar Rencong.
Sama-sama menelan kekalahan di laga semifinal, kedua tim menunjukkan hasrat ingin menang. Baik Sriwijaya maupun Persiraja menunjukkan karakter permainan masing-masing. Sriwijaya mengurung pertahanan lawan melalui serangan bergelombang. Sementara Persiraja mengandalkan keunggulan di kecepatan pemain depannya dalam melakukan serangan balik. Meski mendapat sejumlah peluang, namun tak ada gol yang berhasil dicetak kedua tim hingga turun minum.
Memasuki babak II, Sriwijaya melanjutkan dominasinya. Yongki Aribowo dkk langsung menekan pertahanan Fary Komul dkk. Sriwijaya mendapat beberapa peluang melalui situasi set piece tak jauh dari kotak 16 meter lawan. Namun lagi-lagi penyelesaian akhir yang terburu-buru tak mampu menjebol gawang Persiraja yang dijaga Fakhrurrazi.
Petaka menghampiri Sriwijaya di menit 53. Sebuah umpan lambung dari tengah lapangan masuk ke wilayah pertahanan Sriwijaya. Bola yang dikejar Rahmat Juliandri dan disundul dengan maksud memberikan backpass ke kiper Galih Sudaryono justru mampu dicuri Defri Rizki. Melihat rekannya tak mendapat pengawalan berarti, Defri mengirim umpan silang yang disambut Assanur Rijal dengan sontekan ke gawang yang kosong. Sriwijaya pun tertinggal 0-1.
Tertinggal gol, Pelatih Sriwijaya pun mengubah strategi dengan memasukkan pemain dengan karakter menyerang seperti Rizsky Dwi Ramadhana dan Airlangga. Sempat menghasilkan peluang yang membahayakan, namun pertahanan rapat lawan ditambah penampilan apik Fakhrurrazi di bawah mistar gawang Persiraja membuat peluang Sriwijaya gagal berbuah gol. Hingga wasit Sigit Budiyanto meniupkan peluit panjang skor 0-1 untuk keunggulan Persiraja tak berubah.
Dengan hasil ini maka lengkap sudah tim promosi ke Liga 1 musim depan yaitu Persita Tangerang, Persik Kediri, dan Persiraja Aceh. Sementara Sriwijaya harus kembali berlaga di Liga 2 2020.
“Saya menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat Sumsel yang mana sore ini saya tidak bisa membawa Sriwijaya kembali ke Liga 1,” ujar Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi saat membuka post match press conference di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (25/11) petang.
Menurut Kas, sebenarnya Sriwijaya menguasai jalannya pertandingan. Namun hanya karena satu kesalahan fatal menjadi gol bagi lawan. Menurut Kas, bola pendek seperti itu tidak semestinya dilakukan backpass dengan sundulan. Harusnya bola tanggung seperti itu dibuang keluar lapangan saja. Tapi karena memaksakan backpass maka bola pun berhasil dicuri sebelum dikuasai kiper. Setelah itu meski telah melakukan perubahan strategi lebih menyerang, namun sampai akhir pertandingan tak ada gol yang bisa dicetak.
“Sekali lagi saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Sumsel,” kata pelatih asal Solo ini.
Permohonan maaf juga disampaikan winger Sriwijaya FC Yohanis Nabar yang mewakili pemain. Menurutnya, pemain sudah berjuang keras di lapangan, namun hasil tidak berpihak kepada Sriwijaya.
“Pemain sudah mengeluarkan semua kemampuan, namun mungkin kami belum beruntung,” tutur talenta asal Papua ini. (ije)

















