
BATURAJA, fornews.co-Membaiknya harga jual getah karet di tingkat petani khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), di awal tahun 2017 ini membuat petani mulai tersenyum kembali setelah beberapa tahun terakhir, terus mengeluh bahkan membabat tanaman pohon karet dan menggantinya dengan tanaman lain.
Kepala Desa (Kades) Peninjauan, Nofi Taruna menyampaikan, harga getah karet jauh lebih baik dari tahun lalu. Kendati demikian, nilai jual tetap berfluktuatif (tidak menentu). Dia menyebutkan, harga karet dibagi dalam tiga kategori. Yakni, hasil panen (sadap) satu minggu Rp9.500 per/kilogram (kg), dua minggu (setengah bulan) Rp11.700 per/kg, dan satu bulan Rp13.000 per/kg.
“Ini sudah lumayan, dan petani secara ekonomi bisa tersenyum kembali. Dibandingkan tahun lalu, yang hasil panen satu minggu pernah di level Rp4.000 per/kg, dan bertahan di Rp6.000 per/kg. Alhamdulillah, sekarang sudah Rp9.500 dan kemungkinan akan terus naik,” ujarnya kepada fornews.co Selasa (24/01).
Menurut dia, memang dalam penjualan di setiap daerah berbeda, tetapi harga yang disebutkan sudah merupakan jauh lebih baik. Dirinya berharap, nilai jual getah karet tidak lagi turun. Setidaknya setabil di angka sekarang. Sebab, kondisi ekonomi masyarakat khususnya di Peninjauan, OKU, sangat bergantung di komoditi tersebut.
“Masyarakat sangat tertekanan, ketika harga karet di level terendah. Banyak juga yang menjual kebun karetnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan pendidikan anaknya. Tentunya, hal ini tidak kita inginkan terjadi kembali,” ucap Koordinator Kades se-Kecamatan Peninjauan OKU, ini.
Hal serupa juga disampaikan Hartono, petani di Desa Saung Naga, Kecamatan Peninjauan. Dia juga mengaku, harga jual karet dipengaruhi dengan kualitas karet. Kualitas baik, harga karet mingguan bisa mencapai Rp10.000 per/kg. Begitu juga dengan hasil panen setengah bulan dan satu bulan. “Yang jelas, gairah petani dengan harga sekarang sangat besar,” katanya.
Selain karet, harga tandan buah segar (TBH) kelapa sawit juga mengalami kenaikan. Seperti dikatakan Robi Vitergo, seorang petani sawit di OKU, bahwa harga buah sawit mengalami kenaikan yang cukup baik. Dia menyebutkan, harga TBS kelapa sawit sekarang ini mencapai Rp1.800 per/kg, dimana sebelumnya dihargai Rp1.500 per/kg. “Tentunya hal ini membuat kami senang. Semoga saja bisa lebih meningkat lagi ke depannya,” tutur anggota DPRD OKU, ini.
Dia menilai, sayangnya naiknya harga buah sawit tidak beriringan dengan hasil panen sawit. Karena di bulan Januari, Februari dan Maret, buah sawit tidak terlalu banyak. “Jadi harga mahal, namun hasil sawitnya sedikit. Biasaya bulan April, mulai banyak kembali buah sawit. Sebab sudah memasuki musim panen,” ceritanya, sembari berharap pada musim panen nanti harga bisa bertahan atau naik kembali di atas Rp1.800 per/kg. (wil)

















