JAKARTA, fornews.co – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menerapkan sistem integrasi data digital bernama SIPGAS. Diyakini, skema ini dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja operasional pemanfaatan gas bumi.
Direktur Komersial PGN Faris Aziz memaparkan, kemampuan sistem SIPGAS dalam memonitoring pengelolaan gas bumi, dapat mempercepat pengambilan keputusan dan pengembangan di seluruh rantai bisnis gas bumi.
“SIPGAS bertujuan untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki, efisiensi biaya operasi dan maintenance yang ada di anak perusahaan PGN,” ujar Faris dalam siaran resminya, Rabu (20/1/2021).
Pada sistem informasi terintegrasi, PGN dan anak perusahaan telah melakukan inventarisasi terlebih dahulu dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kehandalan, validitas, kesesuaian dengan SOP, efektivitas biaya dan waktu, akurasi, konsistensi, koneksi, hingga personel yang akan menggunakan tools shared service.
Dari aspek-aspek yang dipertimbangkan, menghasilkan sistem-sistem operasional seperti Field Instruments, Operation Controller, Telecommunication, SCADA, dan Database Collecting.
“Lingkup Share Service Integrasi Data SIPGAS ada tiga, yaitu Pre Gas Delivery, Gas Delivery, dan Post Gas Delivery,” imbuh Faris.
Pre Gas Delivery mencakup informasi data terkait kegiatan dan konfirmasi yang dilakukan melalui tools SIPGAS, contohnya perencanaan penyaluran gas. Gas Delivery mencakup informasi data realtime dari titik serah dan terima kemudian dikirimkan ke dalam SIPGAS secara otomatis.
Faris mencontohkan operasi penyaluran gas dan pengelolaan gangguan. Terakhir, Post Gas Delivery mencakup informasi pelaporan dan validasi data yang dilakukan oleh Pertagas melalui perangkat yang tersedia dalam SIPGAS.
Dashboard Nasional PGN dan Anak Usaha merangkup seluruh operasi bisnis Subholding Gas dari Upstream hingga Downstream. Anak Usaha yang terintegrasi dengan SIPGAS yakni PGN LNG, PT Nusantara Regas, PT Transportasi Gas Indonesia (TGI), PT Pertamina Gas, PT Pertamina Gas Niaga, dan PT Kalimantan Jawa Gas (KJG). Kemudian pendistribusian gas sampai ke pelanggan dikelola dan Gas Distribution Mangement Regional (GDMR) I, I, III PGN dan PT Gagas Energi Indonesia selaku Anak Usaha yang menyediakan produk gas bumi tanpa infrastruktur pipa yaitu Gaslink.
Setelah tahapan pada Sistem Informasi yang terintegrasi selesai, akan dilanjutkan ke proses tersedianya Dashboard Nasional.
“Dengan dashboard nasional ini memberikan informasi-informasi dan solusi yang transparan antara Holding dengan Anak Usaha. Hal ini memudahkan untuk dikomunikasikan secara efektif dan realtime karena melalui satu server yang terintegrasi,” tutup Faris.
Secara berkelanjutan, PGN terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi digital dalam menjalankan bisnis gas bumi. Aspek penguasaan teknologi menjadi salah satu fondasi utama untuk keberhasilan pemanfaatan gas bumi. Kini PGN telah mengelola 96% infrastruktur gas bumi dan melayani lebih dari 422.000 pelanggan di berbagai sektor industri. (yas)
















