
BATURAJA-Pemilihan kepala daerah (Pilkada) tidak jarang membuat renggang hubungan, baik itu terhadap calon, maupun massa pendukung. Hal ini menjadi sorotan bagi Ketua DPW Partai NasDem Sumsel, H Syharial Oesman, yang masuk dalam bursa pencalonan Pilgub Sumsel, 2018 mendatang.
Bahkan meski perhelatannya masih dua tahun lagi, namun nuansa persaingan di antara namanya yang sudah mencuat bakal meramaikan pesta demokrasi lima tahunan di tingkat provinsi semakin kuat. Isu gesekan dari Parpol juga semakin kencang. Spanduk maupun baleho sudah bertebaran, termasuk di sejumlah sudut Kota Baturaja dan sekitarnya.
“Kita harus ciptakan kondisi yang aman dan kondusif. Pilkada itu bukanlah untuk menciptakan musuh, melainkan harus tetap menjalin komunikasi yang baik,” ujarnya menjawab pertanyaa wartawan terkait hubungannya dengan bakal calon lain yang namanya sudah mencuat di permukaan bahkan gambarnya sudah tersebar di semua daerah di Sumsel, saat kunjungganya ke Baturaja, OKU, beberapa waktu lalu.
Disinggung terkait pemetaan daerah yang menjadi lumbung suara, termasuk bakal menggandeng wakil dari daerah tertentu hal itu menurut SO, tidak menjadi tolak ukur. Bahkan dirinya tidak sependapat dalam Pilkada memainkan kesukuan. Sebab, yang dibutuhkan masyarakat sekarang yakni pengabdian dengan pembangunan yang merata.
“Jelas tidak bagus jika memainkan kedaerahan. Menjadi seorang pemimpin, harus bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat. Jangan karena sedikit mendapatkan suara lantas pembangunan dihambat, jelas ini bukan pendidikan demokratis yang baik bagi masyarakat,” kata mantan Gubernur Sumsel periode 2003-2008 tersebut.
Lanjut dia, saat ini dirinya masih enggan untuk berbicara banyak mengenai pencalonannya maju Pilgub 2018 mendatang. Sekarang yang dilakukan, menjalin komunikasi dengan masyarakat Sumsel. Di sana dirinya dapat mendengar langsung berbagai persiolan dialami masyarakat.
“Di sini kemenangan saya sekarang, bebas kemana-mana tanpa terikat dengan aturan protokoler. Informasi yang saya dapat juga bukan benar-benar sesuai kondisi dan saya lihat langsung,” kilasnya.
Menuju Sumsel I, suami Hj Maphilinda Gumai ini, sudah memilik sahabat SO di seluruh kabupaten/kota yang menjadi motor mensosialisasikan dirinya. Untuk di Bumi Sebimbing Sekundang sendiri, figur SO sangat dekat di masyarakat. Sebelum dirinya menjabat gubernur 13 tahun lalu, sempat menjabat Bupati OKU berpasangan dengan H Eddy Yusuf melalui pemilihan di DPRD, dimana saat itu OKU masih satu. (ibr)

















