ANKARA, fornews.co – Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS), harus mengakhiri kebingungan mengenai masa depan Suriah, dan mengubah kebijakannya di Suriah, untuk memperbaiki hubungan dengan Turki.
“Penerapan sekutu NATO kami yakni AS di Suriah sayangnya salah dan bertentangan dengan hukum persekutuan. AS harus mengakhiri kebingungan mengenai masa depan kawasan ini, dan mengubah sikapnya menjadi berpihak kepada perdamaian serta memulihkan hubungan dengan Turki,” kata Yildirim dalam pidatonya di sebuah rapat direktorat keamanan provinsi di ibu kota Ankara, Kamis (18/01) yang dilansir Anadolu Agency.
Pernyataan Yildirim itu sendiri muncul, setelah setelah Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson menyatakan, jika Washington berutang penjelasan pada Turki, mengenai pembentukan sebuah pasukan perbatasan bekerja sama dengan teroris SDF/PKK di Suriah utara, menurut Tillerson kabar tersebut tidak akurat.
“Kami berutang penjelasan kepada Turki. Seluruh situasi ini digambarkan dengan salah, salah ditafsirkan, dan beberapa orang salah bicara. Kami sama sekali tidak membentuk pasukan keamanan perbatasan,” kata Tillerson kepada wartawan pada Rabu dalam perjalanan pulang dari memberikan pidato di Stanford University, California.
Yildirim menjelaskan, AS telah membuat pernyataan yang berubah-ubah mengenai masalah ini selama beberapa hari terakhir, dia menyebutnya sebagai “tanda-tanda kebingungan”.
Koalisi internasional melawan Daesh yang dipimpin AS pada Minggu menyatakan bahwa mereka akan membentuk pasukan keamanan baru dengan kekuatan 30.000 pasukan yang berkolaborasi dengan SDF/PKK (sebuah kelompok yang sebagian besar dikendalikan dan diawaki oleh organisasi teroris PKK/PYD).
Yildirim menambahkan, Turki, tidak akan membiarkan pembentukan tentara teroris di sepanjang bagian selatan perbatasannya. Ia juga menegaskan, Turki, akan mengambil semua tindakan yang diperlukan dalam kerangka hukum internasional untuk melindungi perbatasan dan warganya. (AA)

















