PALEMBANG, fornews.co – Pelarian Hengki Sulaiman (20), pelaku atas kasus dugaan perampokan dan pembunuhan supir taksi online berakhir sudah. Hengki tewas ditembak mati petugas karena sempat melakukan perlawanan saat hendak ditangkap di Brebes, Jawa Tengah, Rabu (11/04) malam.
Pasca penangkapan yang berujung maut itu, petugas Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel menemukan secarik kertas berupa surat yang diduga dikirim oleh sang kekasih, yakni DS. Dalam surat tersebut, DS menyatakan harus mengakhiri hubungan kasihnya dengan Hengki.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, surat tersebut ditemukan anggotanya di celana Hengki, usai tertembak saat akan ditangkap oleh tim Jatanras Polda Sumsel.
“Kami tidak tahu kapan surat ini dikirim oleh kekasihnya, karena tidak tertera tanggal di surat tersebut,” ungkap Zulkarnain saat memberikan keterangan pers di Kamar Mayat RS Bhayangkara, Jumat (13/04).
Berikut isi surat tersebut :
“Assalamualaikum wr.wb
Dear mas Hengki Sulaiman
Tak ada kata-kata indah yang mampu ku goreskan melalui tinta biru ini. Hari demi hari ku selalu mencoba untuk slalu memahami semua sifat dan sikapmu sayangku, namun apala daya aku hanya seorang wanita biasa yang kotor yang takkan pernah pantas untuk hadir ditengah-tengah keluargamu yang begitu bahagia dan damai sebelum aku hadir dalam kehidupanmu sayangku.
Sayang mungkin kita akhiri hubungan ini, biar tak ada lagi yang tersakiti karena kita sayang, dan ini semua yang terbaik untuk kita dan semua orang.
Maafkan aku sayangku bila ku harus pergi jauh darimu, dan biarkan aku pergi dengan membawa semua kenangan manis tentang kita. Semoga suatu hari nanti kau menemukan sosok wanita yang lebih dariku yang dapat mengerti semua tentangmu. Dan sosok wanita yang di idamkan oleh kedua orang tuamu sayangku.
Maafkan aku sayangku, ini yang terbaik untuk kita.
Terimakasih kau telah memberikan aku cinta yang begitu besar dan tulus.
Terimakasih bila slama ini kau tlah setia mendampingiku dengan kebahagiaan dan kenangan indah bersama akan selalu bersamaku.
Kutitipkan Al-quran ini padamu. Aku sangat mencintai dan menyayangimu. Sampai jumpa lagi sayangku.
Salam manis dari kasihmu yang tercinta, DS”
Lebih lanjut dikatakan Zulkarnain, pelarian Hengki, dilakukan sejak seminggu terakhir sebelum penangkapan. Sebelumnya, Hengki yang bekerja sebagai petani ini berada di desanya, Lalan. Keberadaan Hengki diketahui oleh petugas ketika salah satu rumah yang disinggahi saat pelarian ke Pulau Jawa diunggah ke dalam media sosial.
Di Jawa, lanjut Zulkarnain, Hengki tinggal di rumah temannya, hanya saja temannya tersebut tidak tahu menahu kalau Hengki merupakan DPO. Dari situ, tim langsung bergerak ke lokasi dan akhirnya berhasil menangkap Hengki. Namun, pada saat ditangkap Hengki melakukan perlawanan hingga akhirnya harus ditembak tepat bagian dada. “Ini janji kami untuk menangkap pelaku baik mati ataupun hidup. Pokoknya setiap pelaku kejahatan akan kami sikat,” pungkas Zulkarnain. (bas)

















