PALEMBANG, fornews.co – Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menggelar rapat koordinasi daring dengan Ketua Umum KONI se-Indonesia, Selasa (12/05). Berbagai isu dunia olahraga terkini termasuk PON XX Papua yang dipastikan mundur ke tahun 2021 juga dibahas.
Saat mendapat kesempatan menyampaikan pendapat, Ketua Umum KONI Provinsi Sumsel Hendri Zainuddin mengangkat kembali mengenai 10 cabang olahraga yang dicoret PB PON XX dikarenakan mepetnya persiapan serta tidak tersedianya venue. Menurut HZ, dengan mundur satu tahun, maka cukup waktu untuk PB PON XX menyiapkan agar 10 cabor tersebut bisa dipertandingkan.
“Kami minta agar 10 cabor yang kemarin sempat tarik ulur, dipastikan untuk dipertandingkan. Karena mundur satu tahun cukup waktu untuk persiapan venue,” ujar HZ, saat mengikuti Rakor daring di Sekretariat KONI Sumsel.
Adapun 10 cabor tersebut yaitu balap sepeda, ski air, bridge, kriket, dansa, gateball, petanque, soft tennis, tenis meja, dan woodball.
Menurut Hendri, dengan mundurnya PON tentu saja menjadi kesempatan daerah untuk mempersiapkan atlet-atletnya. Selain itu, waktu satu tahun memberikan kesempatan bagi PB PON XX dan Pemerintah Provinsi Papua mempersiapkan diri, khususnya untuk 10 cabor tersebut.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengatakan, pihaknya akan membahas 10 cabor yang dicoret tersebut bersama Pengurus Besar cabor tersebut dan Panitia Besar PON XX. Secara pribadi, Marciano mengharapkan 10 cabor itu bisa ikut dipertandingkan apalagi dengan tambahan waktu persiapan satu tahun dengan diputuskan mundurnya pelaksanaan PON XX ini yang seharusnya 20 Oktober-2 November 2020 menjadi 2 Oktober-13 Oktober 2021.
“Hal ini pasti akan kita bahas bersama,” katanya.
Meski di tengah pandemi COVID-19, Marciano berharap agar KONI daerah dan Cabor tetap menyiapkan atletnya dengan program yang sudah direncanakan. Sehingga saat PON Oktober 2021 nanti atlet dalam kondisi terbaik.
“Kondisi sekarang ini menjadi tantangan bagi setiap daerah untuk menyiapkan atlet atau tim terbaik,” tuturnya.
Marciano juga berpesan, mundurnya PON XX Papua dan kondisi pandemi COVID-19, KONI daerah tetap membesarkan hati para atlet, sehingga mau dan tetap giat berlatih, sehingga diharapkan bisa menjaga performa terbaiknya. (ije)
















