BATURAJA, fornews.co – Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengaku, dalam menjalankan perannya pencocokan dan penelitian (Coklit) guna menghadapi Pilgub/Wagub 2018, tidak dibekali stiker Coklik.
Menanggapi demikian itu, Komisioner KPU OKU, Divisi Program dan Perencanaan Erwin Suharja mengaku, kalau pihaknya kehabisan stiker yang bertujuan mengidentifikasi rumah telah diCoklik.
“Memang kita masih menunggu kiriman stiker dari KPU Provinsi. Terkait hal tersebut kemungkinan memang petugas PPDP kehabisan stiker,” kata saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (05/02/2018).
Kendati demikian, dirinya tidak mengetahui persis kekurangan stiker Coklit. Erwin juga mengaku, dirinya belum mendapatkan konfirmasi pasti dari petugas PPDP.
“Kita baru mendapat informasi dari masyarakat saja, untuk petugas sendiri belum ada masuk laporan ke kita,” ujarnya.
Erwin menjelaskan, stiker Coklit salah satu bukti jika rumah dan penghuninya telah dilakukan pencocokan data. Di stiker tersebut data penghuni rumah kembali ditulis, seperti NIK dan nama-nama penghuni rumah dan ditempel di pintu atau jendela rumah.
“Jadi, dari stiker yang ditempel di pintuk atau dinding muka rumah, kita bisa mengetahui siapa saja pemilih dari penghuni rumah tersebut,” terangnya.
Adapun kekurangan stiker tersebut diketahui, saat tim PPDP melakukan Coklit di kawasan Kemelak Bindung Langit, Kecamatan Baturaja Barat, yang tidak menempelkan stiker Coklit.
“Ada beberapa rumah yang sudah didata, tapi tidak ditempel ztiker Coklit. Stiker Coklit habis,” ucap petugas PPDP.
Menurutnya, hal tersebut sudah dikoordinasikan dengan Petugas Pemungutan Suara (PPS) yang menaunginya untuk meminta stiker, namun pihak PPS masih belum bisa memenuhinya.
“Sudah minta saya ke PPS, tapi belum dikasih. Sedangkan kita dikejar waktu, jadi kita laksanakan Coklit, stikernya nunggu dikasih oleh PPS,” tukasnya. (gus)

















