YOGYAKARTA, fornews.co—Guru Besar Antropologi Kangwon National University Korea Selatan, Hyung Jun Kim, mengakui sistem otonomi Muhammadiyah lebih baik daripada Negara.
Hal itu diungkapkan Hyung Jun Kim dalam webinar Fesihum UNISA Yogyakarta pada Senin, 31 Mei 2021.
“Sistem otonomi Muhammadiyah dapat menjadi contoh untuk memperkuat pengelolaan daerah di pemerintahan,” kata Kim.
Melihat amal usaha yang didirikan Muhammadiyah secara swasembada, menurut Guru Besar Antropolog, hal itu adalah contoh praktek otonomi sempurna.
Praktek otonomi itu ditampilkan melalui pengelolaan kantor mulai dari Kantor Pimpinan Daerah (PD) hingga Pimpinan Ranting (PR).
Meski secara terstruktur dan sikap Muhammadiyah terpusat, sambung Kim, tetapi pengelolaan di setiap daerah dapat berjalan tanpa Pimpinan Pusat sehingga berusaha mandiri dan berdaya saing.
“Otonomi dapat memberikan peluang bagi orang-orang di daerah. Muhammadiyah adalah contoh kesuksesan dari otonomi itu.”
Kim menyoroti budaya feodalisme dalam pemerintahan yang seringkali praktek otonomi daerah kalah oleh kelompok. Bahkan kalah oleh perintah seseorang yang berada di tingkat atas.
Kim melihat pemerintahan justru kesulitan menerapkan sistem otonomi.
“Pemerintah harus banyak belajar dari Muhammadiyah,” ucap Kim.
Kim pun yakin pemerintah Indonesia dapat melakukan seperti apa yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah, meski pertama kali akan susah mempraktekannya. (adam)

















