TURKI, fornews.co — Tak ingin bernasib seperti ayahnya, seorang pria mengurung kepalanya dengan helm kawat untuk berhenti merokok.
Pria bernama Ibrahim Yusel telah merokok dua bungkus sehari selama 26 tahun hingga di usianya yang ke-42.
Yusel tinggal bersama istri dan satu anak perempuannya di Provinsi Kutahya.
“Ayah saya divonis kanker paru-paru karena kebiasaannya merokok,” katanya.
Kejadian pada 2013 lalu ini menceritakan kematian ayahnya akibat kanker paru-paru memotivasi dirinya untuk mengatasi kecanduan tembakau dengan mengambil langkah drastis.
Dikutip dari NDTV, Helm kawat itu terbuat dari tembaga yang dilengkapi dengan gembok dan kunci untuk mencegahnya dari kebiasaan merokok.
Setiap pagi, Yusel wajib menyerahkan kunci kepada anak atau istrinya dan akan membukanya ketika waktunya makan.
Namun, cara Yusel menuai perdebatan di media sosial dan berita. Sementara yang lain beranggapan sebagai simbol komitmen.
Meski istrinya berperan penting dalam upaya mengatasi kecanduan merokok, tapi, banyak yang mengganggap berbahaya bagi kesehatan mental.
Para psikolog memperingatkan Yusel terhadap caranya berhenti dari merokok.
Mungkin untuk sementara cara yang dipakai Yusel bisa efektif dalam jangka pendek tapi tidak dalam jangka panjang.
Butuh perawatan psikologi yang tepat agar dapat mengatasi kecanduan merokok.
Mengatasi ketergantungan merokok sangat membutuhkan dukungan emosional kekhususan perilaku kebiasaan.
Editor: A.S. Adam
Copyright © Fornews.co 2016-2025. All rights reserved.
















