PALEMBANG, fornews.co – Vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Kota Palembang yang menyasar tenaga kesehatan sudah mencapai 81 persen. Dengan capaian tersebut, Pemkot Palembang pun menjadwalkan vaksinasi Covid-19 tahap kedua pada awal Maret.
“Insyaallah awal Maret vaksin tahap kedua ini akan berjalan. Dengan sasaran prioritas yakni Lansia di atas 60 tahun,” ujar Sekda Palembang Ratu Dewa, dalam rapat OPD secara virtual dari Lawang Jabo Command Center Palembang, Jumat (19/2/2021).
Dewa menerangkan, selain Lansia, vaksinasi tahap kedua nanti juga akan diberikan kepada aparat TNI – Polri, aparat hukum, petugas pelayanan pelabuhan udara, petugas pelayanan laut, kereta api, stasiun, terminal. Juga termasuk karyawan BUMN, karyawan BUMD, pedagang pasar, anggota DPRD, pegawai PDAM, pejabat negara yang ada di Palembang, ASN Pemkot, para guru, dosen, tokoh agama, staf kecamatan dan kelurahan, wartawan, atlet, petugas pariwisata dan perhotelan.
“Kita juga sudah menyiapkan 72 Fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan) yang terdiri dari 41 Puskesmas, 26 rumah sakit, 4 poliklinik, dan 1 layanan kesehatan. Untuk petugas vaksinator sudah ada 512 petugas yang akan melayani,” kata Dewa.
Menurut Dewa, sasaran penerima vaksinasi tahap kedua ini paling banyak adalah guru dan dosen.
“Saat ini kita sedang melakukan pendataan dan nantinya data ini akan dikirim ke Kementerian Kesehatan lewat Dinkes Provinsi. Nanti biasanya akan keluar data resmi melalui SMS yang diterima penerima vaksin. Sekarang kita sosialisasi dulu,” terang Dewa.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Fauziah menjelaskan, vaksinasi tahap pertama ada sebanyak 14.403 sasaran dan yang telah melakukan vaksinasi dosis 1 sebanyak 11.390 dan dosis kedua yakni sebanyak 5.398 per 16 Februari 2021.
“Ini akan terus berjalan dan kita tuntaskan bagi vaksin tahap pertama ini,” tutur Fauziah.
Sementara untuk vaksinasi tahap kedua, kata Fauziah, akan diprioritaskan untuk Lansia baik di tingkat OPD maupun masyarakat umum.
“Karena para Lansia merupakan kelompok berisiko, otomatis jika terinfeksi maka akan menjadi berat. Namun, penerima vaksin memang harus melalui tahap screening terlebih dahulu,” ujarnya. (ije)

















