JOGJA fornews.co – Seorang profesor dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mendaur ulang sampah elektronik limbah logam Printed Circuit Board (PCB) untuk menjaga kerusakan alam.
Sampah tidak hanya berupa plastik, kaca, karet, atau bahan yang sulit terurai lainnya melainkan juga logam pada PCB.
Dilaporkan, UGM memprediksi hingga tahun 2030 sampah elektronik terutama limbah logam PCB dapat menggunung hingga 74,7 juta ton.
Ini menjadi kabar buruk karena akan berdampak serius terhadap lingkungan.
Dosen sekaligus peneliti dari Fakultas Teknik UGM, Profesor Chandra Wahyu Purnomo menekankan, sampah elektronik perlu perhatian serius.
“Mengingat setiap tahun pabrikan elektronik berlomba merilis produk baru,” ungkapnya.
Dari keprihatinan itu, Profesor Chandra, kemudian melakukan kajian dan penelitian terhadap logam pada PCB agar bisa didaur ulang dengan cara diekstrak.
Kajian dan penelitian terhadap logam PCD itu telah dilakukan sejak awal 2024.
Profesor Chandra mengombinasikan metode mekani, kimia, dan termal.
Dalam kajian dan penelitian tersebut Profesor Chandra berkolaborasi dengan sejumlah dosen di Departemen Teknik Kimia (DTK) dan Departemen Teknik Mesin (DTM).
Bahkan, ia juga bekerja sama dengan PT Timah Tbk untuk menyempurnakan penelitiannya.
“Sehingga dapat mengurangi penambangan biji logam secara konvensional yang berpotensi merusak alam,” tandasnya. (adam)
Copyright © Fornews.co 2023. All rights reserved.
















