fornews.co – Kontroversi foto bergambar gunung Sindoro dan Sumbing (Susi) di Jawa Tengah memunculkan polemik dan berbagai pendapat di khalayak umum.
Pasalnya, foto bergambar gunung Sindoro dan Sumbing itu diklaim hasil jepretan kru dari Earth Science and Remote Sensing Unit (ESRS) NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
NASA mengklaim anggota kru ekspedisi 65 ISS telah memperoleh foto gunung Sindoro dan Sumbing menggunakan kamera digital Nikon D5 dengan lensa tele 200 milimeter.
Foto itu kemudian diberi nama file ISS065-E-31847 dan baru dipublikasikan secara resmi pada 27 November 2021 setelah memulai ekspedisi pada 10 Mei 2021.
Gunung Sindoro dan Sumbing yang memiliki puncak simetris dengan ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut merupakan bagian dari rangkaian gunung berapi di pulau Jawa.
Kedua gunung api strato di Jawa Tengah itu pernah meletus dan masih berstatus aktif.
Diketahui, gunung Sumbing pernah meletus pada 1730 dan Sindoro pada 1971.
Indonesia yang beriklim tropis dengan curah hujan cukup tinggi dan sinar matahari yang berlimpah menjadikan sekitar gunung Sindoro-Sumbing, subur.
Gunung Sindoro-Sumbing juga memiliki tanah vulkanik yang kaya mineral dengan air yang berlimpah.
Tanah yang subur tersebut menyediakan lahan pertanian produktif bagi para petani.
Air yang berlimpah itu kemudian dibuatkan irigasi untuk mengairi lahan.
Secara turun temurun masyarakat setempat memanfaatkan kesuburuan tanah dari kedua gunung tersebut dengan berbagai tanaman.
Petani menanami lahan-lahan yang subur dengan padi meski banyak pula yang menanami tembakau. Sementara di dataran rendah lahan-lahan subur ditanami jagung, kopi dan tebu.
Namun, pernyataan resmi NASA tersebut memunculkan polemik dan berbagai perndapat.
Sebagian masyarakat meyakini sepanjang sejarah manusia belum ada yang berhasil sampai di luar angkasa—kecuali hanya terdapat dalam film-film fiksi.
















