PALEMBANG, fornews.co – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Musi IV, Suwarno mengatakan, pembangunan jembatan Musi IV ditargetkan akan selesai dalam dua pekan ke depan. Menurutnya, progres pengerjaan saat ini sudah mencapai 99,12 persen.
Adapun bagian-bagin yang saat ini tinggal finishing, seperti pengerjaan barier, lampu PJU, pengaspalan bentang tengah dan di Jalan Slamet Riyadi.
Dikatakan, sebelum dibuka nanti, akan dilakukan berbagai macam uji kelayakan seperti uji dinamis untuk menguji beban dengan cara menjatuhkan beban seberat 100 ton.
“Sebelumnya telah diuji dengan berat 70 ton dan tetap aman. Untuk keamanannya jembatan ini dipantau secara online melalui aplikasi ShmsJembatanmusi4. Dengan aplikasi ini selalu update per 20 menit, sehingga dipastikan aman,” kata Suwarno dibincangi wartawan, Senin (05/11).
Sementara itu, Kepala BBPJN Wilayah V, Kiagus Syaiful Anwar mengatakan, bahwa total panjang jembatan Musi IV ini sepanjang 1300 meter. Untuk sisi Ulu sepanjang 353 meter dan dari sisi Ilir 464 meter dan bentang utama 313 meter. Lalu dengan lebar jembatan 12 meter.
“Untuk finishing sendiri tidak akan berlangsung terlalu lama. Nanti over all lantainya akan diaspal. Lalu beralih ke pengerjaan trotoar, parapet railing bagian kiri dan kanan serta pengerjaan-pengerjaan pelengkap lainnya,” katanya.
Selanjutnya dikatakan, serah terima pertama (PHO) ini dilakukan pada 18 November 2018. Jadi ditargetkan ini selesai November dan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Setelah diresmikan baru bisa dilalui masyarakat umum.
“Sebelum dibuka untuk umum akan dilakukan rekayasa lalu lintas baik dari ulu ke ilir. Mengingat jembatan ini baru bisa dilalui dari Jalan Selamet Riyadi sampai Jalan Azhari. Sedangkan untuk desainya akan ada ciri khas Palembang. Untuk total nilai kontrak jembatan Musi IV ini Rp 553 Miliar,” jelasnya.
Dijelaskan, jembatan Musi IV ini bentang utamanya bertipe extradosed, yaitu suatu tipe jembatan yang merupakan gabungan antara tipe cable stayed dan tipe box grider serta merupakan satu-satunya jembatan terpanjang dengan tipe extradosed di Indonesia.
“Yang memakai tipe ini tidak lebih dari 70 jembatan di dunia, sehingga banyak pelajaran yang dapat diambil dari pelaksanaan pekerjaan jembatan ini,” tandasnya.(bas)

















