PALEMBANG, fornews.co – Askot PSSI Palembang telah menunjuk pemain U16 dan U19 untuk mewakili Palembang dalam seleksi tim nasional. Namun keputusan ini dinilai tidak fair karena tanpa proses seleksi sebelumnya.
Tidak hanya soal seleksi sebagai dasar pemilihan pemain untuk mengikuti seleksi Timnas tersebut, Surat Keputusan Askot PSSI Palembang Nomor 94/PSSI/III/2021 tertanggal 31 Maret 2021 yang berisikan daftar pemain Palembang kepada Asprov PSSI Sumsel ditandatangani Sekum Askot PSSI Palembang Irwansyah Masri. Tidak ditandatanganinya surat tersebut oleh Ketua Umum Askot PSSI Palembang Ansori, membuat anggota klub dan SSB di kota Palembang semakin bingung mengenai prosedur administrasi di Askot PSSI Palembang.
“Tidak hanya pemain PS Palembang, tetapi juga banyak talenta lain di kota Palembang yang tidak memiliki kesempatan kalau seperti ini,” sesal Presiden PS Palembang, Ratu Dewa, Selasa (27/4/2021).
Dari berbagai sumber, Dewa mengatakan, persoalan seperti ini bukan yang pertama kali terjadi di Askot PSSI Palembang. Hampir di setiap kali terjadi pemanggilan pemain untuk seleksi Timnas atau seleksi ajang lainnya selalu menjadi polemik. Sebab, proses penunjukan pemain cenderung dilakukan dengan penilaian yang subjektif.
“Prinsip sportivitas dan fairness tentu harus dijaga. Kita berharap ada seleksi seperti yang dilakukan daerah lain, transparan, dengan penjurian yang baik dan jujur berdasarkan kualitas, sehingga ada kesempatan bagi putra daerah untuk go nasional,” kata Dewa.
Sekjen Forum Pembina Sekolah Sepak bola Indonesia (FOPSSI) Sumsel, Hanief Djohan juga menyampaikan kekecewaannya atas hal itu. Melihat begitu besarnya antusias dari anak-anak bola yang dibina SSB di Sumsel ini, seharusnya Askot dan Askab menggelar seleksi awal sebelum naik ke tingkat selanjutnya.
“Kita tidak membayangkan ada Askot atau Askab yang mengirimkan rekomendasi pemain tanpa seleksi awal. Karena tindakan ini sangat merugikan pembinaan sepak bola di provinsi ini. Apalagi di Kota Palembang yang jumlah SSB-nya sudah mendekati ratusan, sangat tidak mendidik kalau sampai tidak melakukan seleksi dalam penentuan pemain yang mewakili daerah ini,” tegas Hanief.
Dengan penunjukan langsung ini, lanjut Hanief, membuat fungsi pembinaan yang dilakukan Askot menjadi nihil. Padahal menurut Hanief, disinilah peran penting Askot dalam pembinaan sepak bola di Kota Palembang.
“Kondisi yang terjadi saat ini tidak sejalan dengan semangat pak Ansori saat terpilih sebagai Ketua Askot PSSI Palembang. Kami ingat betul saat terpilih lalu beliau ingin melakukan penataan dan penertiban organisasi serta melakukan pembinaan secara tansparan,” kata Owner SSB Elang Emas ini. (ije)

















