PALEMBANG, fornews.co – Tak hanya menyasar pasar tradisional, pengawasan bahan pangan dan makanan dari zat berbahaya juga dilakukan Pemkot Palembang ke pasar modern.
Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda langsung memimpin inspeksi mendadak (Sidak) ke Diamond Supermarket. Didampingi tim gabungan lintas instansi, Finda memeriksa beberapa makanan dan minuman secara detail.
“Hasilnya, dari 21 sampel yang diambil, 4 sampel terindikasi formalin yakni kolang kaling, kismis, rebung dan sedap malam (bahan campuran tekwan),” ujar Finda.
Finda menegaskan, atas temuan ini Pemkot Palembang tidak akan tinggal diam.
“Kita akan menelusuri sampai ke distributor yang menyuplai barang,” katanya.
Finda pun meminta pengelola supermarket memperketat pengawasan produk yang dijualnya. Pengelola bisa bekerja sama dengan BBPOM untuk memantau makanan agar tidak mengandung formalin maupun zat berbahaya lainnya.
“Harusnya supermarket punya alat pendeteksi zat berbahaya, bisa bekerja sama dengan BBPOM. Ini untuk kesehatan dan kepercayaan konsumen juga,” tuturnya.
Kepala BBPOM Palembang, Martin Suhendri mengatakan, dari 21 sampel yang diperiksa hasilnya didapati ada 4 jenis makanan yang terindikasi formalin. Salah satunya rebung yang diketahui berasal dari lokal Palembang dan identitas supliernya sudah dikantongi.
“Sudah diketahui supliernya, akan ditelusuri. Tunggu saja tanggal mainnya. Selebihnya karena produk dari Jakarta, maka kita akan kirim surat ke BPOM Jakarta untuk menindaklanjutinya,” ujarnya.
BBPOM meminta pengelola supermarket untuk melakukan filter dan jika diketahui mengandung bahan berbahaya harus berani untuk menolak. Sementara makanan kemasan kaleng diharuskan untuk menyortir secara berkala.
“Dikhawatirkan jika kemasan penyok nantinya ada lubang dan bisa dimasuki mikroba. Jadi konsumen diharapkan untuk tidak terpedaya dengan diskon yang ditawarkan, lihat kedaluwarsanya, juga kemasannya,” tuturnya.
Manajer Diamond, Sutirno mengatakan, pihaknya akan memperketat pengawasan lagi untuk bahan makanan yang masuk.
“Ini menjadi perhatian bagi kami. Ke depan kita akan memperketat pengawasan lagi,” katanya. (ije)

















