JAKARTA, fornews.co – PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) mendesak manajemen Sriwijaya FC untuk menyelesaikan persoalan tunggakan gaji pemain dan ofisial jika tidak ingin mendapatkan sanksi.
Hal itu disampaikan Chief Operating Officer (COO) PT LIB, Tigor Shalomboboy usai menggelar pertemuan dengan manajemen Sriwijaya FC yang diwakili Sekretaris Perusahaan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid di kantor PT LIB, Menara Mandiri 2 Lantai 19, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (07/08).
Menurut Tigor, PT LIB dan Sriwijaya FC membahas beberapa hal, di antaranya masalah internal tim dan juga persoalan finansial. Selain itu, pembahasan terkait kasus tunggakan gaji staf pelatih dan beberapa pemain juga turut dibahas. Meskipun saat ini beberapa pemain tersebut telah berpindah klub, namun Sriwijaya FC diminta tidak lepas tanggung jawab.
Tigor mengatakan, pihaknya meminta penjelasan kepada Sriwijaya FC terkait permasalahan yang saat ini dialami Laskar Wong Kito, termasuk soal kesanggupan Sriwijaya FC untuk tetap melanjutkan kompetisi hingga akhir musim.
“Ada dua hal yang mereka (Sriwijaya FC) sampaikan. Pertama, mereka sedang dalam tahap melakukan evaluasi terhadap internal manajemen. Saat ini pada sisi manajemen, kami tahu ada Pak Muddai Madang yang ikut terlibat sebagai leader,” ujar Tigor.
“Lalu yang kedua, mereka juga tengah melakukan evaluasi pada sisi finansial, sejauh mana mereka akan bisa survive mengikuti kompetisi hingga akhir musim. Dari dua hal itu, mereka meminta waktu hingga September untuk menyampaikan hasilnya kepada kami,” imbuh Tigor.
Tigor menambahkan, pihaknya akan melakukan pemantauan khusus terhadap persoalan Sriwijaya FC tersebut. Namun diluar dua hal yang telah disampaikan di atas, PT LIB mendesak Sriwijaya FC untuk segera menyelesaikan persoalan tunggakan gaji para pemain dan staf pelatih.
“Tapi saat ini ada hal-hal yang sangat urgen, terutama terkait tunggakan gaji pemain yang harus segera diselesaikan. Bagaimanapun juga terdapat aturan melingkupi persoalan gaji, jika hal itu dilanggar, tentunya akan ada konsekuensi hukuman terhadap mereka,” tukas Tigor. (ije)

















