RUPIT, fornews.co – Ada sekitar 6.700 pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) harus diliburkan sementara.
Karena, dampak banjir besar di Muratara tersebut menyebabkan sebanyak 27 SDN dan 8 SMPN masih tergenang air, dampak dari luapan air Sungai Rawas.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Muratara, Zazili menyampaikan, banjir besar yang melanda Muratara ini menyebabkan ada sekitar 35 sekolah di 6 kecamatan terendam. Jadi untuk sementara pihaknya meliburkan 6.700 siswa dari kegiatan belakar mengajar.
“Bahkan khusus di Kecamatan Ulu Rawas, Karang Dapo dan Rawas Ilir masih ada yang sulit dihubungi dan juga akses jalan tidak bisa dilalui. Karena Listrik dimatikan, jadi sinyal tidak maksimal karena listrik dimatikan,” ujar dia.
Zazili mengatakan, sejumlah sekolah yang tergenang banjir yang tersebar di 6 kecamatan tersebut masing-masing, di Kecamatan Karang Dapo, kata dia, ada 6 SDN dan 1 SMPN yang terdampak banjir di Desa Biaro Baru, karang Dapo, Rantau Kadam dan Kertasari.
Lalu Kecamatan Rawas Ilir ada 5 SDN dan 1 SMPN kebanjiran di Desa Bingin Teluk, Mandi Angin, Translok Pauh, Belani dan Tanjug Raja. Kemudian, untuk Kecamatan Rawas Ulu sekolah yang terendam banjir ada 4 SDN dan 2 SMPN di Desa Lesung Batu Muda, Karta Dewa, Remban, Pangkalan dan Pulau Lebar.
“Nah sekolah yang paling banyak terendam ada di Kecamatan Rupit, sebanyak 10 SDN dan 2 SMPN yang berlokasi di Desa Noman, Pantai, Lawag Agung, Maur, Karang Anyar dan Lubuk Rumbai,” kata dia.
Selanjutnya, ada 1 SDN dan 2 SMPN yang terendam di Kecamatan Ulu Rawas, yakni di Desa Napallicin, Pulau Kidak dan Kemang. Terakhir di Kecamatan Karang Jaya hanya ada 1 SDN di Desa Embacang Lama.
“Kita masih belum tahu sejauh mana tingkat kerusakan pada tiap sekolah yang terdampak banjir. Tapi yang jelas, banjir ini paling besar selama 30 tahun terakhir, apalagi debit air juga lambat sekali,” tandas dia. (kaf)
















