PALEMBANG, fornews.co – Setelah sempat muncul opsi mempertahankan dua pemain belakang dari skuat 2019, yaitu Rahmat Juliandri dan Akbar Zakaria, Sriwijaya FC akhirnya memberikan kejelasan status keduanya.
Seperti sebelumnya, Asisten Manajer Sriwijaya FC Mayumi Itsuwa mengumumkan pelepasan kedua pemain tersebut melalui akun instagramnya. Memajang foto Rahmat dan Akbar, pada captionnya Memey mengucapkan terima kasih kepada kedua pemain tersebut.
“Thank you to Akbar Zakaria & Rahmat Juliandri atas kerja keras, semangat & persahabatnnya bersama SriwijayaFC,” ujar Memey.
Selanjutnya Memey juga berterima kasih kepada seluruh skuat Laskar Wong Kito musim 2019 yang tak lagi memperkuat Sriwijaya musim 2020. Memey pun mendoakan kepada para mantan Sriwijaya sukses dimanapun berada.
“Terima kasih waktunya utk tim ini. Thank you to Sriwijaya FC 2019 squad. Semoga sukses untuk kita semua ❤️ #SFC,” kata Memey.
Beberapa waktu lalu, Pelatih Sriwijaya FC Budiardjo Thalib membuka peluang bagi Rahmat dan Akbar untuk masuk dalam skuat asuhannya. Namun Budi Jo mengembalikan keputusan kepada manajemen.
“Saya pikir mereka layak mengisi skuat Sriwijaya FC. Saya juga sudah melihat kemampuan kedua pemain ini dan mereka layak masuk tim saya. Tapi semua saya kembalikan kepada manajemen dan koordinasikan dengan Dirtek seperti apa kebutuhan dan kekurangan tim yang akan ditambah,” tuturnya.
Akbar Zakaria sebenarnya pemain potensial di bek kanan. Bahkan gaya permainannya mirip dengan Marckho Sandy Merauje. Bahkan hingga pertengahan musim 2019, Akbar selalu menjadi pilihan utama mengawal sisi kanan pertahanan Sriwijaya. Namun seiring kedatangan Zulkifli Syukur di pertengahan musim, peran Akbar pun mulai berkurang dan hanya menjadi pelapis.
Sementara Rahmat Juliandri merupakan pemain bertahan yang cukup bagus meski sejauh ini sebagai pelapis. Namun karena minim jam terbang membuatnya sering kurang tenang saat bertanding. Puncaknya terjadi saat perebutan tiket terakhir promosi Liga 1 2020. Pada perebutan tempat ketiga kontra Persiraja Aceh, Rahmat membuat blunder backpass yang berujung gol lawan. Celakanya itulah gol satu-satunya di pertandingan itu yang otomatis membuat Sriwijaya bertahan di Liga 2. (ije)

















